Pakar Lingkungan: Umat Manusia Akan Hadapi Pandemi Baru Mematikan

Susi Susanti, Koran SI · Senin 08 Februari 2021 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 18 2358444 pakar-lingkungan-umat-manusia-akan-hadapi-pandemi-baru-mematikan-NS0dsuJAL3.jpg Peneliti memperkirakan akan ada pandemi yang lebih mematikan (Foto: Reuters)

INGGRIS - Pandemi virus Covid-19 memang mengejutkan dunia. Namun ini belum seberapa. Pakar lingkungan menyatakan akan ada guncangan yang lebih besar.

“Saya pikir kita akan mendapatkan gelombang penyakit zoonosis baru yang muncul, campuran antara yang lama dan yang baru,” terang Wakil Pemimpin Kesehatan Hewan dan Manusia di Institut Penelitian Peternakan Internasional di Nairobi, Kenya, Delia Grace Randolph.”

Karena kecepatan perjalanan udara yang menggerakkan orang - dan penyakit yang mereka bawa - ke seluruh dunia, virus baru dapat membunuh puluhan juta bahkan sebelum dikenali.

Hingga saat ini, ahli ekologi di University College London (UCL) telah mengidentifikasi 335 penyakit baru dan berpotensi fatal telah muncul secara global sejak 1945.

Lebih dari 200 di antaranya adalah zoonosis, virus, bakteri, parasit, jamur, dan prion.

(Baca juga: Diselimuti Pasir Gurun Sahara, Langit Kota-Kota Eropa Berubah Oranye)

Menurut penulis dan editor senior The Guardian John Vidal, jika kita gagal untuk menghargai keseriusan situasi, pandemi saat ini mungkin hanya pendahulu dari sesuatu yang jauh lebih parah lagi.

Dia percaya jika penyakit menular seperti campak, mematikan seperti Ebola bisa membuat lompatan dari hewan ke manusia menciptakan pandemi "dalam skala Kematian Hitam atau Death Black".

Penyakit zoonosis ini bisa berjumlah ribuan dan perusakan habitat alami hewan menciptakan lebih banyak peluang bagi mereka untuk melompat dari hewan liar ke peternakan dan kemudian berpotensi ke manusia.

(Baca juga: Diduga Disiksa, Penyuka Sesama Jenis yang Kabur Telah Dikembalikan)

Karena itu, Vidal mendesak pemerintah untuk mengakui ancaman pandemi yang mematikan seperti Black Death, yang menewaskan sepertiga orang di Eropa.

Vidal berbicara dengan berbagai ahli tentang ancaman penyakit zoonosis.

Menurut Vidal, mikroba, yang biasa ditemukan di alam liar dan beberapa hewan peliharaan, sekarang menemukan inang baru di antara manusia.

Dia mengatakan virus mematikan lainnya yang telah melompati penghalang spesies termasuk HIV, Ebola, Lassa Fever, Marburg dan virus Simian berbusa di Afrika; Sars dan Covid-19 di China; Chagas, Machupo dan Hantavirus di Amerika Latin; Hendra di Australia, dan Mers di Arab Saudi.

“Kapan kita akan benar-benar terbangun dengan ancaman baru terbesar di zaman kita?” tanyanya.

"Umat manusia telah mengubah hubungannya dengan hewan liar dan hewan ternak, menghancurkan habitat mereka dan membuat mereka berkumpul bersama - dan prosesnya hanya semakin cepat,” terangnya.

"Skenario mimpi buruk yang harus dihadapi pemerintah adalah munculnya penyakit baru - atau jenis baru dari yang lebih tua - yang menular seperti, katakanlah, campak, dan mematikan seperti Ebola,” lanjutnya.

"Kemudian umat manusia bisa menghadapi pandemi yang jauh lebih buruk daripada Covid-19, mungkin dalam skala Kematian Hitam,” tambahnya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini