Ramai Dikecam, Sri Lanka Batalkan Larangan Makamkan Muslim yang Meninggal karena Covid-19

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 11 Februari 2021 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 18 2360463 ramai-dikecam-sri-lanka-batalkan-larangan-makamkan-muslim-yang-meninggal-karena-covid-19-uqumwzgWrz.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

KOLOMBO - Perdana Menteri Sri Lanka telah mengumumkan bahwa pemerintah telah membatalkan keputusan untuk melarang pemakaman warga Muslim yang meninggal karena Covid-19. Pengumuman itu disampaikan Mahinda Rajapaksa kepada parlemen menyusul protes internasional atas larangan tersebut.

Meski PM Rajapaksa telah menyatakan kebijakan itu akan berubah, anggota parlemen Muslim Rishard Bathiudeen mengatakan bahwa pemerintah sekarang harus mengeluarkan pencabutan resmi aturan kremasi wajib agar pengumuman itu berlaku.

BACA JUGA: Abaikan Protes Warga Muslim, Sri Lanka Wajibkan Jasad Korban COVID-19 Dikremasi

Pada April, pemerintah melarang penguburan semua korban Covid-19 atas klaim bahwa praktik tersebut dapat menyebarkan virus dengan mencemari air tanah.

Umat Muslim di Sri Lanka dan di seluruh dunia mengkritik tindakan tersebut dengan alasan bahwa tindakan itu melanggar tradisi agama mereka dalam menguburkan orang yang meninggal dalam posisi menghadap Kakbah di Makkah.

Para ilmuwan sama-sama menentang tindakan pemerintah tersebut, dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa tidak ada bukti yang mendukung klaim mereka, menjelaskan bahwa kremasi dan penguburan sama-sama aman.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta kelompok agama Islam, telah mengajukan keberatan kepada pemerintah Sri Lanka dalam beberapa pekan terakhir, dengan alasan bahwa hal itu melanggar hak-hak beragama Muslim di negara tersebut.

BACA JUGA: Dipicu Ketakutan Virus Corona, Kerusuhan di Penjara Sri Lanka Tewaskan 6 Orang

Sejak dimulainya pandemi, Sri Lanka telah mencatat 71.211 kasus virus korona dan 370 kematian, dengan negara tersebut saat ini berada di tengah-tengah lonjakan signifikan sejak beberapa bulan terakhir tahun 2020.

Sementara Muslim menyumbang sekitar sepersepuluh dari populasi Sri Lanka, mereka telah menderita lebih dari separuh kematian Covid-19 di negara itu hingga saat ini.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini