Terungkap! Pelaku Bunuh Putri Kepala Desa karena Sakit Hati Keponakannya Kalah Pilkades

Robert Fernando H Siregar, Okezone · Kamis 11 Februari 2021 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 608 2360487 terungkap-pelaku-bunuh-putri-kepala-desa-karena-sakit-hati-keponakanya-kalah-pilkades-4jRuCLHYGv.jpg Polres Nias Selatan menggelar konferensi pers kasus pembunuhan terhadap putri kepala desa. (Foto: Robert F)

NIAS SELATANPolres Nias Selatan (Nisel) berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap bocah perempuan pelajar kelas II SD, Petra Deswinda Sari Laia (7), putri kepala desa setempat. Jasad korban ditemukan dalam karung. 

Pelaku adalah Aluizaro Laia alias Ama Dewi (47), warga Desa Hiliorodua, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Pelaku mengaku dendam karena keponakannya kalah dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Kapolres Nisel, AKBP Arke Furman Ambat menerangkan, berdasarkan keterangan tersangka, pelaku tega menghabisi nyawa korban karena dendam pribadi terhadap ayah korban,. Keponakannya kalah pada saat Pilkades tahun  2019.

“Pada Senin 8 Februari 2021, sekira Pukul 17.00 WIB, saudari Siniar Lature terakhir kali melihat korban berjalan sendiri ke arah belakang rumah Aluizaro Laia (tersangka). Sekira Pukul 19.00 WIB, keluarga beserta beberapa masyarakat Desa mulai mencari korban, dikarenakan korban tidak kembali ke rumah. Selasa 9 Februari 2021, sekira Pukul 03.00 WIB, pencarian korban dihentikan,” jelas AKBP Arke Furman, Kamis (11/2/2021).

Baca juga: Perempuan Ini Ditemukan Tewas dengan Kaki dan Tangan Dilakban

Kapolres mengatakan, Selasa 9 Februari 2021, sekira Pukul 6.00 WIB, keluarga beserta masyarakat kembali melakukan pencarian. Sekira Pukul 7.00 WIB, saksi Faozinema Laia menemukan sebuah karung goni di galian parit, tepatnya di atas perbukitan Dusun II, Desa Bawaziono, Kecamatan Lahusa, Nisel.

Warga lantas membuka karung itu dan mendapati korban berada di dalamnya, dalam keadaan tak bernyawa. Pihak keluarga lalumenghubungi pihak Kepolisian.

Baca juga: Janda yang Dianiaya Kekasihnya karena Cinta Segitiga Akhirnya Meninggal Dunia

Tersangka dijerat Pasal 338 KUHPidana dan atau Pasal 80 Ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak.

“Tersangka telah ditahan dan memeriksa para saksi serta menyita barang bukti,” pungkas AKBP Arke .

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini