Gegara Dikeroyok Temannya di Kepala, Tubuh Bocah 11 Tahun Tinggal Tulang

Iskandar Banten, iNews · Jum'at 12 Februari 2021 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 12 340 2361056 gegara-dikeroyok-temannya-di-kepala-tubuh-bocah-11-tahun-tinggal-tulang-8Y8nfOAwse.jpg Fikri yang terbaring lemas di kasur (foto: tangkapan layar)

BANTEN - Akibat dikeroyok teman dan mendapatkan pukulan di kepala, seorang bocah di Lebak, Banten mengalami penurunan pertumbuhan, badan sang bocah kini tinggal kulit membungkus tulang.

Tidak memiliki biaya, anak yatim ini kini tak lagi berobat dan hanya terbaring lemah di kasur lusuhnya.

Baca juga:  Satu Keluarga Tinggal di Bekas Kandang Kambing Setelah Rumahnya Dibongkar Rentenir

Kondisi Muhammad Fikri (11) hanya bisa terbaring lemah di kasur lusuhnya, tubuh anak kedua dari pasangan Julaeha, ayahnya almarhum Rahmat, ibarat kulit membalut tulang.

Sebelumnya, sseorang dermawan pernah membawa Fikri berobat ke rumah sakit swasta di Serang, Banten. Namun, akibat tingginya biaya pengobatan, sang dermawan tak sanggup melajutkan pengobatan Fikri.

Baca juga: Ditinggal Kabur Ibu, Siswi SD Yatim Merawat Sang Bibi Disabilitas Netra

Kini Fikri hanya bisa terbaring lemah, tubuhnya tak lagi bisa berbuat apa-apa. Kini sang ibu juga harus berjuang mempertahankan kehidupan anaknya. “Ingin anak saya sembuh,” kata ibunda Fikri, Julaeha.

Dirinya pun mengaku bingung karena tidak memiliki penghasilan karena harus mengurus anaknya,yang telah yatim.

Menurutnya, delapan bulan yang lalu, Fikri mengeluh sakit di kepala, dirinya di keroyok teman-temannya dan mendapatkan pukulan di kepala hingga fikri tak sadarkan diri. Setelah itu, Fikri tak lagi bisa berbuat apa-apa akibat benturan di kepala tersebut.

Ibu fikri mengaku pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp200 ribu, meski telah melapor ke pihak terkait, namun hingga saat ini tak lagi mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.

“Pernah dirawat di rumah sakit, karena tidak memiliki biaya, Fikri akhirnya di bawa kembali ke rumah dan hanya mendapatkan perawatan apa adanya saja,” kata Delima, salah satu relawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini