2 Putri Raja Akhirnya Bisa Keluar Setelah Terkurung 3 Hari di Keraton Solo

Bramantyo, Okezone · Sabtu 13 Februari 2021 17:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 512 2361506 2-putri-raja-akhirnya-bisa-keluar-dari-keraton-solo-setelah-terkurung-3-hari-amQRKHZHnb.png 2 putri raja saat bebas dari Keraton Solo (foto: Okezone/Bram)

Menurut Gusti Moeng, awalnya dirinya tidak mengira bisa masuk ke dalam Keraton, meskipun akhirnya terkunci di dalam.

Saat itu, dirinya melintas di Korikamandungan, dirinya melihat ada RI 10 terparkir didepan Keraton. Begitu meihat ada mobil RI 10 dan pintu Keraton terbuka, dirinya langsung turun dan masuk kedalam.

Alasan lain saat dirinya mengetahui yang datang adalah Ketua BPK, Gusti Moeng pun berkewajiban untuk menemui untuk menanyakan surat dari BPK Jawa Tengah terkait tagihan LOJ tahun 2018. Yang hingga tahun 2020 belum ada.

"Selain itu saya melihat yang lain (para abdi dalem) membawa kekancingan (pemberian gelar bangsawan). Ini berarti BPK juga akan diberi Kekancingan. Saya hanya akan mengingatkan pemberian gelar itu sepertinya tidak boleh dilakukan.Dan kalau iyapun (pemberian gelar) harus ada ijin dari Presiden. Apapun itu Keraton dianggap masih ada konflik,"terang Gusti Moeng.

Begitu dirinya masuk, Gusti Moeng melihat seluruh pintu akses menuju ke Keputren ditutup semua. Kemudian dirinya mencoba masuk melalui kantor yang dulunya pernah dipakai Pakubuwono XII, dan ternyata pintu itu tidak ditutup.

"Jangan ngomong (bicara) kalau kita mengurung diri. Kita benar-benar dikunci. Habis itu saya telepon-teleponan dengan kanjeng Wiro (suaminya). Gusti Sekar, Kanjeng Wiro, dan mas Boby untuk membuka akses disini itu untuk keluar sampai tiga jam lebih. Apalagi yang di Keputren," terangnya.

 Baca juga: Terkurung Dalam Keraton, Adik dan Putri Raja Dapat Kiriman Makanan dari Kapolres Solo

Dari apa yang dilihat selama dirinya dikunci di dalam Keraton, Gusti Moeng meminta dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyelamatkan Keraton yang semakin memprihatinkan.

"Ini tapak sejarah yang tidak hanya Jawa, nasional dan dunia. Dan kalau Sinuhun, meskipun saya tidak pernah menyentuh Sinuhun, karena apapun kami-kami inilah yang menjadikan beliau raja, kita lindungi sinuhun. Mudah-mudahan selesai dan kita mempersiapkan langkah untuk menyelamatkan Keraton," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini