Share

Biden: China Akan Terima Akibat dari Tindakan Pelanggaran HAM

Antara, · Rabu 17 Februari 2021 18:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 18 2363774 biden-china-akan-terima-akibat-dari-tindakan-pelanggaran-ham-IHsdD9ivHk.jpg Presiden Amerika Serikat Joe Biden. (Foto: Reuters)

MILWAUKEE - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Selasa (16/2/2021) memperingatkan China yang disebut akan membayar akibat dari pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Peringatan itu dilayangkan Biden saat merespon pertanyaan dalam sebuah acara televisi terkait langkah penanganan negara Asia tersebut terhadap minoritas Muslim di kawasan barat Xinjiang.

Presiden Xi Jinping telah dihujani kritik global karena menahan minoritas Uighur di kamp-kamp pengasingan dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya.

BACA JUGA: Lakukan Pembicaraan Telepon Perdana, Biden dan Xi Jinping Bahas Covid-19 dan HAM

“Akan ada akibatnya bagi China dan dia (Xi Jinping) mengetahui itu,” kata Biden saat dicecar terkait isu tersebut dalam acara balai kota yang ditayangkan oleh saluran televisi CNN.

Amerika Serikat akan menegaskan kembali peran globalnya dalam menyuarakan hak asasi manusia, ujar Biden, yang menambahkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan komunitas internasional untuk membuat China melindungi mereka.

“China berusaha keras untuk menjadi pemimpin dunia dan untuk mendapatkan julukan itu, dan untuk dapat melakukannya, mereka harus mendapatkan kepercayaan dari negara-negara lain,” kata Biden dalam perjalanan resmi pertamanya sejak menjabat sebagai presiden pada Januari.

“Selama mereka terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan hak asasi manusia, akan sulit bagi mereka untuk melakukan itu,” tambahnya.

BACA JUGA: AS Sampaikan Terima Kasih Atas Upaya Indonesia Dorong Perdamaian di Afghanistan

Dalam percakapan melalui telepon yang berlangsung selama dua jam dengan Xi bulan ini, Biden menekankan prioritas AS untuk melestarikan kebebasan dan keterbukaan di kawasan Indo-Pasifik, di mana AS dan China adalah rival strategis besar.

Dia juga menyuarakan kekhawatiran terhadap “paksaan dan ketidakadilan” dalam praktik Beijing terkait perdagangan dan isu-isu hak, termasuk tindakan keras di Hong Kong, pengasingan Xinjiang, dan aksi-aksi yang semakin keras di Asia, termasuk terhadap Taiwan yang diklaim berada dalam teritori China.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini