Lakukan Pembicaraan Telepon Perdana, Biden dan Xi Jinping Bahas Covid-19 dan HAM

Antara, · Kamis 11 Februari 2021 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 18 2360432 lakukan-pembicaraan-telepon-perdana-biden-dan-xi-jinping-bahas-covid-19-dan-ham-gcxqfVMiBG.jpg Joe Biden, saat menjabat sebagai Wakil Presiden dan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan di Beijing, 4 Desember 2013. (Foto: Reuters).

WASHINGTON, DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melakukan pembicaraan telepon pertamanya dengan Presiden China, Xi Jinping pada Kamis (11/2/2021). Dalam pembicaraan itu Biden menekankan pentingnya perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan kebebasan di kawasan Indo-Pasifik.

Biden mengatakan kepada Xi bahwa prioritas AS adalah memastikan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Ia juga "menggarisbawahi keprihatinan mendasar tentang praktik ekonomi Beijing yang memaksa dan tidak adil, tindakan keras di Hong Kong, pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang, dan tindakan yang semakin tegas di wilayah tersebut, termasuk terkait Taiwan," kata Gedung Putih dalam pernyataan.

BACA JUGA: Beri Selamat kepada Joe Biden, Xi Jinping Harapkan AS dan China Win-Win

Masih berdasarkan pernyataan Gedung Putih, Biden dan Xi juga bertukar pandangan tentang upaya melawan pandemi COVID-19, serta mengenai tantangan bersama menangani perubahan iklim dan mencegah proliferasi senjata --yang merujuk pada keinginan AS untuk bekerja sama dengan Beijing dalam membujuk Korea Utara untuk menghentikan program nuklirnya.

Panggilan telepon antara Biden dan Xi dilakukan menyusul pembicaraan telepon antara Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dengan diplomat tinggi China Yang Jiechi pada Jumat (5/2/2021).

Dalam seruannya, Blinken mengatakan Washington akan membela hak asasi manusia di Xinjiang, Tibet, dan Hong Kong --semua isu yang sebelumnya China katakan "harus dijauhi" oleh AS.

BACA JUGA: Gedung Putih: AS Ingin 'Pendekatan Baru' dengan China

Xi mengucapkan selamat kepada Biden atas kemenangannya dalam pemilu AS pada November tahun lalu, meskipun Biden selama kampanye menyebutnya "preman" dan berjanji untuk memimpin upaya internasional untuk "menekan, mengisolasi, dan menghukum China."

Biden menyebut Beijing sebagai "pesaing paling berat" bagi AS, dan pemerintahannya telah mengindikasikan secara luas akan melanjutkan pendekatan keras yang diambil oleh mantan presiden AS Donald Trump.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini