Dianiaya, Lansia 80 Tahun Tewas dan PRT Terluka Parah di Bandung

Agus Warsudi, Koran SI · Kamis 18 Februari 2021 23:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 525 2364561 dianiaya-lansia-80-tahun-tewas-dan-prt-terluka-parah-di-bandung-jGdokAWJZY.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BANDUNG - Dewi Romlah, lansia berusia sekitar 80 tahun tewas, sementara pembantu rumah tangganya, Ratna (20), terluka parah di Kompleks Buana Cigi, Blok B4, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Kamis (18/2/2021) petang. Kedua korban diduga dianiaya oleh pelaku menggunakan senjata tajam.

Kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan Dewi Romlah meregang nyawa dan pembantunya luka parah itu dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Buahbatu dan Satreskrim Polrestabes Bandung. Korban Dewi Romlah yang meninggal dunia dan Ratna terluka parah, telah dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga:  Kebakaran BEC Bandung Diduga Akibat Korsleting Listrik

Informasi yang dihimpun menyebutkan, di rumah itu, hanya tinggal dua orang, yakni korban Dewi Romlah dan pembantunya, Ratna. Adapun Ratna diketahui baru satu bulan lebih bekerja di rumah korban.

Korban sebenarnya juga tinggal bersama anaknya. Namun saat kejadian, anak korban sedang di Bogor. Kompleks Cigi Regency merupakan perumahan dengan sistem satu pintu, atau one gate sistem. Jadi setiap orang yang masuk dan keluar kompleks terpantau oleh satpam.

Peristiwa tragis itu diketahui setelah Ratna, korban luka parah, mengetuk rumah Riki Suchendar (38), tetangga sebelah rumah korban sekitar pukul 18.30 WIB atau seusai magrib.

Ratna berteriak dan meminta tolong kepada Riki. PRT itu terluka parah, darah menetes dari kepala gadis tersebut. Bahkan bagian perut dekat pinggang sebelah kanan Ratna juga berdarah. Ternyata Ratna mengalami luka tusuk bagian perut sebelah kanan.

Baca Juga:  Gegara Air di Sawah, Kakak Bacok Adik Kandung hingga Tewas

Riki bergegas ke rumah Dewi Romlah. Sebelum masuk ke rumah korban, Riki menghubungi satpam kompleks, ketua RT, RW, dan kepolisian dari Polsek Buahbatu.

Setelah itu, Riki bersama beberapa orang termasuk petugas Polsek Buahbatu, memberanikan diri masuk ke dalam kamar korban. Saat masuk, Riki melihat tidak ada kerusakan apapun di rumah, baik di pintu maupun jendela.

Barang-barang elektronik di rumah korban pun masih ada dengan posisi tidak berubah. "Setahu saya, saat masuk ke ruang tengah tidak ada barang-barang berharga yang posisinya berubah atau gimana ya, normal sih," kata Riki kepada wartawan di lokasi kejadian.

Saksi Riki dan petugas lalu memeriksa ke dalam kamar korban, terlihat amplop dan berkas seperti surat-surat, berserakan di lantai. Lemari di kamar korban juga terbuka.

Para saksi kemudian menemukan korban Dewi Romlah telentang di dalam kamar mandi. Saat ditemukan, ujar Riki, korban Dewi Romlah mengenakan mukena putih. "Sepenglihatan saya, ada darah di bagian kepala. Gak tega saya lihatnya. Terus saya gendong berat pisan dan (korban Dewi Romlah) gak napas," ujarnya.

Riki mengaku tak mendengar keributan di rumah korban sebelum korban Dewi Romlah ditemukan tewas dan Ratna terluka parah. Namun, berdasarkan pengakuan Ratna pembantu korban, bahwa ada dua pria tinggi besar masuk rumah tersebut.

"Kata pembantu korban, Ratna, ada (dua pria) tinggi besar pakai baju hitam dan buff terus bawa linggis masuk ke rumah. Gak bawa kendaraan. Pelaku langsung lari," tutur Riki.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini