25 Hotspot Terdeteksi, Wagub Sumut Peringatkan Warga Waspada Karhutla

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Senin 22 Februari 2021 19:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 608 2366441 25-hotspot-terdeteksi-wagub-sumut-peringatkan-warga-waspada-karhutla-9586vUflh4.jpg Wagub SUmut Musa Rajekshah (Foto : Istimewa)

MEDAN - Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah meminta kepada warga dan seluruh pihak terkait untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Utara (Sumut). Permintaan itu disampaikan seiring dengan masuknya musim kemarau.

Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan Sumut, hingga 22 Februari 2021, telah terjadi enam kebakaran hutan dan lahan di Sumut, dengan total luas sekitar 11 hektare. Selain itu, hasil pantauan satelit NOAA di Sumut juga telah mendeteksi sebanyak 25 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten/kota di Sumut.

“Sesuai dengan arahan Pak Presiden, kita harus mengupayakan pencegahan kebakaran hutan, jadi setiap ada kebakaran hutan, sebelum apinya membesar harus segera dilaporkan. Ini butuh kerja sama semua pihak termasuk masyarakat,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah usai menghadiri secara virtual Pengarahan Presiden RI Joko Widodo tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Senin (22/2/2021).

Wagub juga meminta kepada masyarakat agar tidak membuka lahan pertanian yang bukan diperuntukkan sebagai lahan pertanian dan tidak membuka lahan menggunakan api atau dibakar. Menurutnya, ini sering menjadi pemicu kebakaran hutan yang luas.

“Musim kemarau sudah dimulai, jangan buka ladang yang bukan diperuntukkan sebagai lahan untuk pertanian, jangan buka lahan dengan api walaupun itu lahan pribadi, kalau ada kebakaran cepat laporkan. Dalam beberapa tahun terakhir kita sudah menurunkan tingkat kebakaran hutan, jadi kita tentu tidak mau kebakaran hutan di tahun ini meningkat,” kata Musa Rajekshah, didampingi Sekdaprov Sumut R Sabrina dan Kepala Dinas Kehutanan Sumut Herianto.

Sebelumnya, dalam rapat, Presiden RI Joko Widodo mengingatkan untuk memprioritaskan upaya pencegahan dengan deteksi dini dan update kondisi lapangan setiap hari. Dia juga meminta agar infrastruktur monitoring dan pengawasan sampai ke tingkat bawah, mencari solusi permanen, menambah ekosistem gambut dan mangrove serta penegakan hukum tanpa kompromi.

Baca Juga : Jokowi Tak Mau Dibuat Malu Kebakaran Hutan

Baca Juga : Jokowi: Hati-Hati, Kerugian Karhutla Capai Triliunan Rupiah

“Utamakan pencegahan, jangan sampai api itu membesar karena kalau sudah besar sulit dipadamkan, kerugian sangat besar, angkanya bukan miliar, tetapi triliun. Belum lagi kita diprotes negara-negara tetangga,” tegas Presiden, melalui video conference dari Istana Negara, Jakarta.

Presiden juga mengingatkan, untuk wilayah Sumatera bertindak sesegera mungkin karena sebagian besar Pulau Sumatera telah memasuki musim kemarau. “Sumatera harus siap siaga sesegera mungkin, puncak musim kemarau di Indonesia prediksi BMKG bulan Juli, Agustus dan September,” jelasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini