Istri Gembong Narkoba Diancam Penjara 10 Tahun hingga Seumur Hidup, Didenda Rp141 Miliar

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 24 Februari 2021 09:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 18 2367319 istri-gembong-narkoba-paling-kuat-di-meksiko-diancam-penjara-10-tahun-hingga-seumur-hidup-didenda-rp141-miliar-mejJl8xv4j.jpg Istri gembong narkoba Emma Coronel Aispuro (Foto: Instagram)

WASHINGTON - Seorang hakim federal memerintahkan istri gembong narkoba Meksiko Joaquin “El Chapo” Guzman untuk tetap ditahan sementara setelah penangkapannya di Bandara Internasional Dulles atas tuduhan narkoba.

Emma Coronel Aispuro, 31, didakwa dengan konspirasi mendistribusikan kokain, metamfetamin, heroin, dan mariyuana di Amerika Serikat (AS).

Dia menghadapi ancama penjara minimal 10 tahun atau maksimum seumur hidup dan potensi denda USD10 juta (Rp141 miliar).

Mantan ratu kecantikan ini tercatat sebagai warga negara ganda AS dan Meksiko. Dia memiliki putri kembar dengan bos kartel Sinaloa tersebut.

Departemen Kehakiman juga menuduhnya menjalankan kartel bernilai miliaran dolar milik suaminya. Dia dituduh membantu suaminya melakukan pelarian seperti Houdini dari penjara Meksiko pada 2015.

(Baca juga: Pria Ini Sit-Up di Atas Tiang Listrik, Ribuan Rumah Alami Listrik Padam)

Seperti diketahui, bos kartel Sinaloa melarikan diri dari penjara dengan keamanan maksimum pada Juli 2015 setelah menyelinap melalui lubang di area pancuran selnya.

Celah sebesar 30 x 30 sentimeter di lantai pancuran mengarah ke terowongan yang dibuat khusus hampir 9 meter di bawah kompleks penjara Altiplano. Terowongan itu memiliki tinggi 1,5 meter dan lebar hampir 1 meter dan dilengkapi dengan sistem ventilasi.

Menurut seorang saksi mata yang sekarang bekerja dengan pemerintah AS, Coronel membantu mengatur pembangunan terowongan pelarian yang rumit bersama anak-anak Guzman.

Pelarian tahun 2015 adalah kali kedua pihak berwenang Meksiko kehilangan Guzman.

Petani yang menjadi pemimpin kartel yang kuat ini pertama kali melarikan diri dari penjara pada tahun 2001. Dia berhasil menghindari penangkapan selama 13 tahun.

(Baca juga: Iklan Lecehkan Perempuan, Jaringan Kedai Teh Populer Ini Dikecam dan Picu Kemarahan)

Setelah lebih dari enam bulan dalam pelarian, Guzman ditangkap lagi pada tahun 2016 oleh otoritas Meksiko.

Setelah penangkapannya pada tahun 2016, seorang saksi memberi tahu pihak berwenang AS jika Coronel memberi seorang pejabat Meksiko uang sebesar USD2 juta (Rp28 miliar) untuk mengawasi pemindahan Guzman dari satu penjara ke penjara lainnya.

Menurut pengacara AS, Coronel memerintahkan pemindahan sehingga rencana pelarian baru dapat difasilitasi. Bos narkoba diketahui tidak pernah dipindahkan. Setahun kemudian, dia diekstradisi ke AS. Setelah persidangan tiga bulan pada 2019, gembong narkotika itu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini