Kalah Banding Rebutan Dana Perwalian Rp2 Triliun, Putri Italia Harus Bayar Denda Rp40 Miliar atau Penjara 12 Bulan

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 24 Februari 2021 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 18 2367394 kalah-banding-rebutan-dana-perwalian-rp2-triliun-putri-italia-harus-bayar-denda-rp40-miliar-atau-penjara-12-bulan-r7AXIjZA3d.jpg Putri Camilla, Duchess of Castro dan keluarga (Foto: EPA-EFE/REX)

ITALIA - Seorang sosialita dan Putri Italia kalah banding dan harus membayar denda 2 juta poundsterling (Rp40 miliar) dan ancaman penjara usai bertarung di pengadilan selama satu dekade atas dana perwalian keluarga senilai 100 juta poundsterling (Rp2 triliun).

Putri Camilla Crociani de Bourbon des Deux Siciles diperintahkan untuk membayar denda setelah dinyatakan bersalah atas penghinaan karena menolak mengungkapkan lokasi kekayaan ibunya bintang film Italia Edoarda Crociani, termasuk lukisan mahal milik sang ibunda.

Lukisan Gauguin senilai 50 juta poundsterling (Rp997 miliar) adalah bagian dari dana perwalian yang dibuat sang ibunda untuk kedua putrinya - Cristiana dan Putri Camilla Crociani de Bourbon des Deux Siciles.

Tetapi ketika dana perwalian itu diambil pada 2010 dan ditransfer ke dalam nama Edoarda, Cristiana takut uang tersebut diberikan kepada saudara perempuannya.

Putri Camilla pun kemudian memulai proses hukum yang mengklaim jika ada langkah-langkah untuk memblokirnya dari mewarisi harta milik keluarga.

(Baca juga: Istri Gembong Narkoba Paling Kuat di Meksiko Diancam Penjara 10 Tahun hingga Seumur Hidup, Didenda Rp141 Miliar)

Pengadilan Royal Court di Jersey memerintahkan Putri Camilla membayar denda 2 juta poundsterling (Rp40 miliar). Pengadilan menilai dia telah mengabaikan perintah pengadilan.

Permohonan bandingnya ditolak dan dia diberi waktu dua bulan untuk membayar denda itu.Jika tak dibayar, dia akan menghadapi hukuman penjara 12 bulan.

Putri Camilla telah mengajukan banding atas denda tersebut, yang dikeluarkan pada 22 Desember tahun lalu. Dia mengklaim tidak memiliki akses untuk dana sebanyak 2 juta poundsterling (Rp40 miliar).

Dia meminta penangguhan sehubungan dengan perintah tersebut. Namun pengadilan menyatakan jika sang putri telah menyadari selama beberapa waktu jika ada kemungkinan denda yang besar.

(Baca juga: Pria Ini Sit-Up di Atas Tiang Listrik, Ribuan Rumah Alami Listrik Padam)

“Dia telah mengetahui sejak 25 Februari 2020 bahwa pengadilan sedang mempertimbangkan pengenaan denda yang cukup besar,” terang putusan Pengadilan Banding yang baru-baru ini diterbitkan.

“Dia sudah tahu jumlah pasti denda itu sejak 22 Desember 2020,” ujarnya.

“Dalam keadaan seperti itu, dia memiliki setiap kesempatan untuk memberikan bukti mengenai sumber keuangannya, baik pendapatan maupun modal, baik likuid maupun tidak likuid,” jelasnya.

Dalam dokumen tersebut, pengadilan menambahkan mereka percaya jika skala waktu untuk membayar denda, serta biaya kompensasi lebih dari 200.000 poundsterling (Rp4 miliar) dari biaya hukuman, sepenuhnya masuk akal.

Diketahui, pertarungan sengit di pengadilan ini telah berlangsung selama satu dekade. Pengawas yang berbasis di Jersey, BNP, dan Edoarda diinstruksikan oleh Pengadilan Kerajaan untuk merekonstruksi perwalian, yang dikenal sebagai Grand Trust.

Pengadilan Kerajaan menyatakan Putri Camilla menghina tahun lalu karena menolak untuk mengungkapkan rincian kekayaan dan aset ibunya.

Pengadilan Kerajaan Jersey kemudian memerintahkan Edoarda dan bank BNP Jersey, yang keduanya merupakan wali, untuk membangun kembali dana perwalian, dan memberi tahu Putri Camilla untuk mengungkapkan rincian kekayaan ibunya.

Pada sidang sebelumnya Putri Camilla menolak untuk mengungkapkan lokasi barang, termasuk lukisan itu. Dia pun diperingatkan akan menghadapi denda jutaan poundsterling.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini