Duh! Parjono Ternyata Cabuli Anak Kekasihnya Sendiri

Agregasi Solopos, · Rabu 24 Februari 2021 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 512 2367674 duh-parjono-ternyata-cabuli-anak-kekasihnya-sendiri-7wBTst99ES.jpg foto: ist

BOYOLALI – Peristiwa pencabulan terjadi di Boyolali, Jawa Tengah. Korban adalah bocah kembar asal berinisial D dan N. Namun ternyata pelaku pencabulan itu merupakan kekasih dari ibu korban.

(Baca juga: Sebulan Isu Kudeta Demokrat, Begini Nasib Kader Pengkhianat Partai)

D dan N masih berusia 13 tahun. Keduanya dicabuli oleh seorang pria bernama Parjono, warga Ampel, Boyolali. Bocah kembar itu ternyata merupakan anak kembar dari kekasih si pelaku.

Pria 49 tahun ini mengaku perbuatan pencabulan itu dilakukan pelaku sudah berlangsung sejak Desember 2020. Terhadap korban D, pencabulan sudah dilakukan tujuh kali. Sedangkan pada korban N, pencabulan sudah dilakukan tiga kali. Pencabulan dilakukan pada waktu berbeda antara korban D dan korban N.

Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond, melalui KBO Sat Reskrim Polres Boyolali, Iptu Wikan Sri Kadiyono, mengatakan peristiwa pencabulan bocah kembar itu terjadi di rumah yang ditempati korban saat ibunya tidak ada di rumah.

"Awalnya Parjono memiliki hubungan dengan ibu korban, nikah siri. Pada saat ibu korban tidak ada di rumah, pelaku melakukan persetubuhan dengan anak-anaknya. Suatu saat kedua korban menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya. Kemudian ibunya melaporkan ke polres Boyolali," ujarnya dilansir Solopos, Rabu (24/2/2021).

Polisi lalu mencari pelaku yang diketahui bekerja sebagai sopir. Pelaku berhasil ditangkap di wilayah Juwangi saat mengangkut pasir pada 18 Februari 2021.

Sementara itu Parjono mengaku khilaf saat melakukan perbuatan pencabulan tersebut. Saat kembali dipastikan, pelaku juga mengaku belum menikah siri dengan ibu korban. Kepada korban, dia mengaku tidak melakukan ancaman. "Tidak mengancam. Ya begitu saja," kata dia.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 81 dan atau 82 UU No. 17/2016 tentang penetapan Perpu No. 01/2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Pelaku diancam dengan ancaman pidana minimal lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini