Rusia dan Iran Geram Atas Serangan Udara AS di Suriah

Antara, · Jum'at 26 Februari 2021 20:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 18 2369086 rusia-dan-iran-geram-atas-serangan-udara-as-di-suriah-tlau2w1xsp.jpg Foto: AFP

MOSKOW- Amerika Serikat (AS) melakukan serangan udara terhadap wilayah Suriah dengan target para milisi pro-Iran. Serangan militer AS tersebut atas perintah Presiden Joe Biden yang berdalih membalas serangan roket di pangkalan militer Amerika di Irak.

(Baca juga: ISIS Lakukan 2.000 Serangan Teror di Irak dan Suriah, Pemenggalan, Penculikan hingga Pemerasan)

Pemerintah Rusia dan Iran, dua negara rival Amerika Serikat (AS), geram dengan aksi negara adidaya tersebut.

"Kami mengutuk keras aksi semacam itu. Kami menyerukan penghormatan tanpa syarat terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Suriah," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dilansir Reuters, Jumat (26/2/2021).

Dalam keterangan lain, Kremlin menyebut bahwa pihaknya mengawasi situasi di Suriah secara erat serta melakukan kontak yang terus berlanjut dengan otoritas Suriah, menyusul serangan AS tersebut.

Presiden AS Joe Biden memerintahkan serangan militer udara di wilayah timur Suriah terhadap fasilitas yang disebut oleh Pentagon dimiliki oleh para milisi sokongan Iran, sebagai respons atas serangan roket terhadap sejumlah target terkait AS di Irak.

Sementara, Juru Bicara Pemerintah Rusia Dmitry Peskov, dalam sebuah konferensi media, menyebut ia tidak dapat menyatakan apakah AS telah memberitahukan rencananya di awal kepada Rusia atau tidak. Ia menambahkan bahwa kontak operasional dilakukan melalui pihak militer.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Suriah di hari yang sama, beberapa jam setelah peristiwa serangan udara AS tersebut terjadi.

"Kedua belah pihak menekankan tentang perlunya pihak Barat tunduk pada resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Suriah," kata pemerintah Iran melalui situs resminya.

Akibat serangan tersebut, setidaknya satu orang kombatan tewas terbunuh dan empat lainnya mengalami luka-luka, menurut keterangan pimpinan milisi Irak

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini