Saat itu disuguhkan hidangan dengan perkakas dari emas, mulai nampan, piring sampai sendok. Para tamu puas dan menilai bahwa Majapahit negara besar yang patur dihormati.
Setelah pesta usai, sebelum para tamu pulang, Semua perkakas dari emas itu dibuang ke Kolam Segaran.
Menurut budayawan Trowulan, Joko Umbaran, Dukuh Segaran dulu merupakan pawon sewu (dapur umum) untuk memasak ransum buat para ksatria laut dan ksatria Bhayangkara .
Baca Juga : Gayatri Rajapatni, Kisah Kecantikan Putri Majapahit Bagai Cleopatra
Baca Juga : Soekarno Kecil Diramal Ibunya Akan Jadi Pemimpin Besar