Demonstran Myanmar Turun ke Jalan, Sehari Setelah Pihak Keamanan Tewaskan 18 Orang

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 01 Maret 2021 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 18 2370127 demonstran-myanmar-turun-ke-jalan-sehari-setelah-pihak-keamanan-tewaskan-18-orang-5W1SMaEfGv.jpg Foto: tangkapan layar dari protest di Provinsi Shan, Myanmar, 1 Maret 2021. (Foto: Reuters)

YANGON - Para pengunjuk rasa di Myanmar kembali turun ke jalan pada Senin (1/3/2021) menentang tindakan keras oleh pasukan keamanan yang menewaskan setidaknya 18 orang sehari sebelumnya. Aksi tersebut kembali dilakukan di tengah meningkatnya seruan yang kepada negara-negara dunia untuk menanggapi kekerasan yang berlanjut sejak kudeta awal bulan lalu.

Bentrokan terjadi di berbagai bagian Myanmar dan tindakan keras pihak keamanan pada Minggu (28/2/2021) menewaskan setidaknya 18 pengunjuk rasa. Polisi dilaporkan melepaskan tembakan ke arah kerumunan di kota terbesar Yangon setelah gas air mata dan tembakan peringatan gagal memukul massa, yang menuntut dipulihkannya pemerintahan Aung San Suu Kyi, untuk mundur.

BACA JUGA: Dewan HAM PBB: 18 Tewas dalam Kerusuhan di Myanmar

Sebuah komite yang mewakili anggota parlemen yang memenangkan kursi dalam pemilihan November mengatakan setidaknya 26 orang tewas dalam kekerasan pada Minggu, yang tidak dapat diverifikasi oleh Reuters.

Pada Senin beberapa pengunjuk menyerukan penghancuran kamera pengintai yang digunakan oleh pihak berwenang, dan membagikan resep semprotan merica di media sosial.

Yang lainnya membuat perisai logam untuk mereka yang berada di garis depan, yang melawan polisi dan tentara dengan perlengkapan perang lengkap. Beberapa dari pasukan keamanan adalah anggota unit yang terkenal melakukan tindakan keras terhadap kelompok pemberontak etnis.

Diwartakan Reuters, polisi dengan meriam air dan kendaraan militer dikerahkan di titik-titik protes di Yangon pada Senin, sementara para demonstran berbaris di Kale, di barat laut Myanmar, memegang foto Suu Kyi dan meneriakkan "demokrasi, tujuan kami, tujuan kami".

BACA JUGA: Indonesia Sampaikan Duka Cita Setelah Belasan Orang Tewas dalam Demonstrasi Anti-Kudeta Myanmar

Siaran langsung di Facebook menunjukkan kerumunan dengan helm dan pelindung kepala berkumpul di seberang jalan di Lashio, Negara Bagian Shan, meneriakkan slogan-slogan saat polisi berbaris ke arah mereka.

“Sudah satu bulan sejak kudeta. Mereka menindak kami dengan penembakan kemarin. Kami akan keluar hari ini lagi,” kata pemimpin protes terkemuka Ei Thinzar Maung dalam posting di Facebook, sebagaimana dilansir Reuters.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak tentara merebut kekuasaan dan menahan pemimpin terpilih Suu Kyi dan sebagian besar kepemimpinan partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) miliknya pada 1 Februari, menuduh adanya kecurangan dalam pemilihan November yang dimenangkan partainya secara telak.

Suu Kyi, yang tak pernah terlihat di depan umum sejak penahanannya, menjalani siding pengadilan pada Senin. Dia telah dituduh mengimpor enam radio walkie-talkie secara ilegal dan melanggar undang-undang bencana alam dengan melanggar protokol virus corona.

Sejauh ini penolakan terhadap kudeta telah muncul tidak hanya di jalan-jalan Myanmar, tetapi lebih luas lagi di layanan sipil, pemerintahan kota, peradilan, sektor pendidikan dan kesehatan dan media di negara itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini