JAKARTA – Pada 1 Maret 2021, Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta menjadi tuan rumah bagi jajaran Angkatan Laut, Angkatan Bersenjata, dan pemerintahan Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat untuk mengenang hari bersejarah bersama dalam peringatan Pertempuran Selat Sunda. Acara tahunan ini digelar untuk memperingati tenggelamnya kapal HMAS Perth I dan USS Houston (CA-30) pada 1 Maret 1942, di tengah kancah Perang Dunia II.
Sebanyak 696 orang Amerika dan 353 pelaut AL dan marinir Australia hilang di perairan Teluk Banten tepat selepas tengah malam pada 1 Maret 1942, banyak di antara mereka yang bertempur hingga akhir hayat. Sejumlah 368 pelaut Houston yang selamat dari tenggelamnya kapal mereka meneruskan perlawanan saat ditawan di Jawa, Singapura, Myanmar, Thailand, dan Jepang, hingga akhir Perang Dunia II, ketika 291 pelaut Houston kembali ke rumah mereka sebagai pahlawan.
BACA JUGA: Peristiwa 28 Februari: Pertempuran Selat Sunda hingga Penembakan PM Swedia
Melalui peringatan ini, Kedubes AS mengenang kedua kapal tersebut beserta para awak mereka yang berani, dan menatap masa depan seraya bekerja sama dengan para sahabat Indonesia untuk menjadikan situs USS Houston di Teluk Banten sebagai kawasan konservasi maritim.
Setelah alunan lagu kebangsaan Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat, kata sambutan diberikan oleh Atase Angkatan Laut AS, Atase Angkatan Laut Australia, perwakilan Kementerian Pertahanan Indonesia, serta Kuasa Usaha ad interim Misi AS untuk Indonesia.
Peringatan ini, yang diadakan di dalam Kedubes AS, ditutup dengan peletakan karangan bunga di atas permukaan air oleh masing-masing perwakilan, yang merupakan tradisi lama penghormatan di angkatan laut.
BACA JUGA: Bangkai Kapal Perang Dunia II di Selat Sunda Dijaga Ketat
Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI ) Kedubes AS Heather Variava mengucapkan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat Indonesia dan pejabat pemerintah provinsi Banten atas komitmen mereka untuk melindungi situs-situs tersebut sebagai sebuah kawasan konservasi laut.
“Kami secara khusus berterimakasih atas dukungan serta kerja sama yang berkelanjutan dalam menetapkan situs USS Houston sebagai Zona Konservasi Maritim, dan berkomitmen untuk terus bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut," ujar KUAI Variava.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.