Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Analisa Drone Empirit: Warganet Merespons Negatif Perpres Investasi Miras

Riezky Maulana , Jurnalis-Selasa, 02 Maret 2021 |07:40 WIB
Analisa Drone Empirit: Warganet Merespons Negatif Perpres Investasi Miras
Ilustrasi.(Foto:Dok Okezone)
A
A
A

Menurutnya, SNA Investasi Miras hingga 1 Maret 2021, peta percakapan di twitter masih didominasi satu klaster besar yang kontra terhadap investasi miras. Tampak bergabung akun-akun dari @muhammadiyah, @nahdlatululama, @PKSejahtera, @cholilnafis (MUI), @jayapuraupdate, dan beberapa akun oposisi.

"Sedangkan akun-akun yang menunjukkan dukungan terhadap investasi miras ini sangat sedikit, membentuk klaster yang sangat kecil. Tampak beberapa akun influencer seperti Dennysiregar7, FerdinandHaean3, pengarang_sajak," ujarnya.

Masih berdasarkan analisa Drone Empirit yang disampaikan Fahmi, akun twitter @Hilmi28 menjadi influencers yang paling giat menyuarakan penolakan atas kebijakan ini. Sedangkan akun dari eks Ketua MPR Hidayat Nur Wahid ada di posisi ketiga.

"Akun top influencer yang menolak kebijakan investasi miras banyak dari kalangan oposisi, partai, dan tokoh agama. Yang mendukung sangat jarang," tuturnya.

Di akhir analisanya, Fahmi menarik kesimpulan bahwasanya Perpres tersebut mendapatkan respons negatif dan penolakan yang besar dari masyarakat, terutama warganet. Menurutnya, penolakan paling besar datang dari ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, partai politik oposisi, dan warga setempat yang lokasinya disebutkan dalam rencana Perpres tersebut.

Dia menjelaskan, sampai dengan 1 Maret 2021, klaster yang mendukung investasi ini masih sangat kecil, hanya beberapa influencer saja dan pendukung. Belum tampak adanya kampanye khusus untuk mendukung kebijakan ini.

Menurutnya, penyebutan "budaya" dan "kearifan setempat" dalam Perpres telah menimbulkan stigma seolah miras adalah budaya setempat. Menurunltnya, stigma ini lah ditolak oleh beberapa akun dari provinsi yang dimaksud dalam Perpres, khususnya dari Papua.

"Alasan penolakan sebagian besar adalah dampak negatif dari miras ini lebih besar dari pada manfaat yang didapatkan. Tagar penolakan yang paling sering digunakan adalah #TolakInvestasiMiras #TolakLegalisasiMiras dan #PapuaTolakInvestasiMiras," kata Fahmi.

(Sazili Mustofa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement