Jaksa Agung Australia Bantah Tuduhan Perkosaan Terhadap Gadis 16 Tahun

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 03 Maret 2021 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 18 2371506 jaksa-agung-australia-bantah-tuduhan-perkosaan-terhadap-gadis-16-tahun-MrcqHhInG5.jpg Jaksa Agung Australia Christian Porter. (Foto: Reuters)

PERTH – Pejabat senior Pemerintahan Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengaku sebagai menteri yang dituding telah melakukan pemerkosaan dalam tuduhan yang muncul pekan lalu. Dalam komentarnya, Jaksa Agung Christian Porter membantah tegas tuduhan perkosaan itu, menyatakan bahwa dirinya tidak akan mundur.

Porter akan mengambil cuti sebentar setelah berbicara dengan dokternya tentang kesehatan mentalnya.

BACA JUGA: Menteri Australia Dituduh Lakukan Perkosaan, Korban Dilaporkan Bunuh Diri

Dalam tuduhan tersebut, Porter dituduh memperkosa seorang wanita pada 1988, lebih dari 30 tahun lalu, saat korbannya berusia 16 tahun. Wanita itu melapor ke polisi tahun lalu, tetapi menarik pengaduannya sebelum bunuh diri pada Juni 2020 di usia 49 tahun.

"Tidak ada tuduhan yang telah dicetak yang pernah terjadi," katanya kepada wartawan di Perth sebagaimana dilansir AAP.

Sang Jaksa Agung mengatakan orang tua wanita itu tidak pantas menerima "politisasi yang hiruk pikuk" selama beberapa hari terakhir. Porter mengatakan dia tetap diam untuk menghormati proses dan aturan hukum sejak pertama kali mendengar "kampanye bisikan" terhadapnya.

BACA JUGA: Perempuan Muda Mengaku Diperkosa di Gedung Parlemen, PM Australia Minta Maaf

"Semua ini telah terjadi dan saya tidak pernah dihubungi dalam bentuk substantif apa pun oleh siapa pun yang memberi tahu saya rincian apa yang muncul sekarang sedang dituduhkan kepada saya," katanya.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan kepada wartawan awal pekan ini bahwa menteri, yang tidak dia sebutkan pada saat itu, telah "dengan keras dan sepenuhnya membantah tuduhan itu".

Ada seruan untuk penyelidikan independen atas masalah tersebut setelah Polisi New South Wales menutup penyelidikannya dengan alasan kurangnya bukti yang dapat diterima.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini