Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

SBY Dianggap Benteng Terakhir untuk Mengamankan Posisi AHY di Demokrat

Rakhmatulloh , Jurnalis-Rabu, 03 Maret 2021 |07:22 WIB
 SBY Dianggap Benteng Terakhir untuk Mengamankan Posisi AHY di Demokrat
Susilo Bambang Yudhoyono (Foto : Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai, konflik internal Partai Demokrat semakin meruncing setelah adanya pemecatan terhadap sejumlah pengurus dan kader.

Bagi kubu Cikeas, tindakan pemecatan terhadap kader yang dianggap membangkang itu merupakan hal yang lazim terjadi di sejumlah partai.

Menurutnya, pemecatan itu dilakukan dengan tujuan untuk menegakkan disiplin partai. Selain itu, dalam konteks kepentingan kubu Cikeas, langkah pemecatan diambil dengan maksud untuk menciptakan stabilitas internal partai di tengah tekanan politik yang dialami kubu Cikeas dalam hal ini Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca juga:  Polemik Demokrat, KLB Dianggap Bukan Sesuatu yang Nista

"Pemecatan tersebut dilakukan di tengah dorongan KLB (Kongres Luar Biasa) yang kian menguat. Tujuannya adalah untuk mengamankan status quo yakni posisi AHY sebagai ketua umum partai Demokrat," katanya saat dihubungi, Rabu (3/3/2021).

Namun demikian, kata Karyono, yang perlu diantisipasi adalah efek dari tindakan pemecatan yang dilakukan secara serentak. Jika tak terkendali justru berpotensi menimbulkan gejolak yang lebih besar. Dan, besarnya gejolak tergantung pada situasi dan kondisi.

Baca juga:  Jhoni Allen Sebut Kudeta Pertama Demokrat Era SBY, Herzaky: Justru SBY Lindungi Hak Anas

"Disinilah diperlukan kepiawaian kubu AHY dalam mengelola konflik. Tidak hanya AHY yang diuji, tapi kelihaian dan pengaruh SBY menjadi taruhannya. SBY adalah benteng terakhir untuk mengamankan AHY sebagai ketua umum," ujarnya.

"Pengaruh SBY di internal untuk saat ini memang masih kuat. Tapi kekuatan SBY saat ini sedang diuji seberapa kuat dalam membentengi partai Demokrat," imbuh mantan Peneliti LSI Denny JA itu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement