Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Evakuasi Korban KM Virgo di Perairan Masalembo Sangat Sulit, Ternyata Ini Penyebabnya

Danandaya Arya putra , Jurnalis-Senin, 28 September 2026 |08:37 WIB
Evakuasi Korban KM Virgo di Perairan Masalembo Sangat Sulit, Ternyata Ini Penyebabnya
Evakuasi Korban KM Virgo di Perairan Masalembo/dok TNI AL
A
A
A

JAKARTA - Tim SAR gabungan masih berupaya melakukan evakuasi terhadap korban KM Virgo Transport 8 di dasar Laut Jawa atau Perairan Masalembo. Basarnas mengungkap sedikitnya enam kendala yang membuat tim penyelam tidak bisa masuk ke seluruh bagian kapal yang terbalik.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, salah satu risiko terbesar berasal dari kondisi badan kapal yang terus mengalami perubahan kemiringan.

"Kendala yang pertama yaitu masih terjadi perubahan trim atau derajat kemiringan pada kapal. Jadi, kapal ini terus berubah kemiringannya dan ini berpotensi risiko tinggi bagi penyelam apabila sewaktu-waktu stabilitasnya itu tiba-tiba berubah total, nah ini ya pasti keselamatan penyelam itu terancam," katanya dikutip Senin (28/9/2026).

Kondisi tersebut membuat penyelam harus ekstra berhati-hati ketika memasuki badan kapal. Sebab, perubahan stabilitas kapal dapat terjadi sewaktu-waktu dan membahayakan keselamatan mereka.

Namun tidak hanya kemiringan kapal, struktur di bagian dalam juga menjadi persoalan. Menurut Sudayana, ketika penyelam mencoba masuk hingga sekitar 15 meter ke dalam kapal, kondisi stabilitas kembali berubah.

Persoalan lain adalah jarak pandang yang sangat terbatas. Sedimen dan lumpur yang mulai masuk ke dalam badan kapal membuat penyelam kesulitan melihat kondisi di sekitarnya.

Situasi tersebut semakin berisiko karena terdapat benda-benda tajam di dalam kapal. Dengan visibility yang rendah, benda tersebut berpotensi melukai penyelam saat proses pencarian berlangsung.

Risiko lain berasal dari bahan kimia yang diduga muncul akibat tumpahan minyak atau BBM dari kendaraan yang berada di dalam kapal.

"Di sana ada kendaraan, nah ini kendaraan-kendaraan ini sudah apa, BBM-nya itu sudah mulai ada yang keluar ya. Nah inilah yang membuat risiko juga bagi penyelam, keselamatannya. Ini tidak berani untuk melaksanakan penyelaman di area-area yang memang sudah mengeluarkan chemical itu," ujarnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement