Diduga Disekap dan Dicabuli, Siswi SMK di Surabaya Laporkan Kepala Sekolah ke Polisi

INews.id, · Rabu 03 Maret 2021 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 519 2371722 diduga-disekap-dan-dicabuli-siswi-smk-di-surabaya-laporkan-kepala-sekolah-ke-polisi-KjL2KjrluU.jpg Siswi SMK di Surabaya melaporkan kepala sekolah ke polisi terkait dugaan pencabulan dan penyekapan. (Foto : MNC Portal/Ali Masduki)

SURABAYA - Seorang siswi SMK swasta di Kota Surabaya, Jawa Timur, yakni ARN (19) melaporkan kepala sekolah terkait kasus dugaan pencabulan dan penyekapan ke polisi.

Ia didampingi orangtuanya untuk melaporkan kepala sekolah SMK di kawasan Jalan Kedung Anyar ke Mapolrestabes Surabaya, Rabu (3/3/2021).

Laporan pencabulan terhadap anak itu tersebut tertuang dalam tanda bukti lapor Nomor : TBL-B/210/III/RES.1.24/2021/RESKRIM/SPKT Polrestabes Surabaya.

Kepala sekolah itu dilaporkan atas dugaan kejahatan tindak pidana Pencabulan Terhadap Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal :83 UU RI No 17 Tahun 2016 jo Pasal 76-e UU No 35 Tahun 2014 tentang Penetapan Perpu No 1 Th 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No 23 Th 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU.

ARN mengaku, pada akhir Desember 2019, ia mendapat perlakuan yang tidak sepantasnya dilakukan guru. Saat sekolah dalam keadaan kosong, ARN disekap di dalam ruangan dan cabuli. Ironisnya, perlakuan tidak terpuji itu dilakukan di dalam ruangan Kepala Sekolah.

"Kejadiannya bulan Desember tahun 2019, 3-4 hari sebelum tahun baru," katanya.

ARN mengaku tak berdaya saat kepala sekolahnya melakukan aksi bejatnya. "Waktu di ruangan, kepala sekolah membuka baju saya. Saya sudah berusaha melawan tapi tidak bisa, ia ninggi saya. Pintu dikunci, jendela gak bisa dipecahin," tuturnya.

Sebelum pelecehan terjadi, awalnya AR dan kepala sekolah hanya berbincang santai. Termasuk membicarakan perlakuan serupa pada siswa lain. Bahkan ARN juga ditunjukkan foto-foto alumni yang pernah mendapat perlakuan sama yang tersimpan di smartphone milik kepala sekolah.

"Foto-foto alumni yang pernah ia gitukan juga ada, kakak kelas saya pun juga ada. Ada salah satu foto kakak kelas saya duduk di antara selakangan dia, ada foto seperti itu juga. Lokasinya sama di dalam ruangan kepala sekolah," ungkapnya.

Baca Juga : Dipolisikan, Lurah di Bekasi Diduga Raba Bokong Pedagang Warung

AR mengaku baru melaporkan kasus itu sekarang karena selama ini hanya menahan malu dan tidak tahu harus mengadu kepada siapa. Sementara siswi lain yang diduga mendapat perlakuan sama pun memilih diam meski dihantui ketakutan jika bertemu oknum kepala sekolah tersebut.

Ayah kandung ARN, Soeminto menjelaskan, anaknya mengaku mendapat perbuatan tidak senonoh setelah pulang dari perantauan.

Saat sampai di rumah, Soeminto awalnya hanya menegur ARN yang tidak mau melanjutkan sekolah, padahal sudah masuk masa ujian. ARN yang biasanya periang tiba-tiba murung dan susah diajak bicara.

"Rasa penasaran dan butuh kejelasan, tak juga saya dapatkan. Hingga pukul 11 malam, putra sulung saya pulang dan langsung saya tekan untuk menceritakan alasan adiknya tak mau kembali sekolah. Akhirnya dengan dibumbui debat keras, putra sulung saya menceritakan bahwa adiknya mengalami depresi akibat perlakuan kepala sekolahnya," ujarnya.

Soeminto pun masuk ke kamar dan meminta ARN menjelaskan ikhwal kejadian itu. Namun bukan kejelasan yang ia dapat, justru ARN tubuhnya menggigil penuh rasa takut sambil menangis.

"Sebagai kepala sekolah, apalagi sekolah berbasis agamis tentu seharusnya amanat dan berakhlak mulia. Bukan malah menjadi predator bagi murid-muridnya,” katanya.

Baca Juga : 2 Karyawati Perusahaan Permodalan di Jakarta Utara Dicabuli Bos, Polisi: Pelaku Dipengaruhi Miras, Ada Korban Lain

Kasus dugaan pencabulan itu kini masih diselidiki petugas Satreskrim Polrestabes Surabaya dengan memeriksa sejumlah saksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini