Tabrak 10 Orang hingga Tewas, Pria Ini Didakwa 26 Tuduhan

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 04 Maret 2021 10:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 18 2372040 tabrak-10-orang-hingga-tewas-pria-ini-didakwa-26-tuduhan-GPLUattHCY.jpg Polisi menahan Alek Minassian (Foto: Linkedin)

KANADA - Seorang pria asal Kanada yang menewaskan 10 orang dengan menabrakan mobil van ke pejalan kaki di Toronto pada 2018 dinyatakan bersalah atas 26 dakwaan.

Pelaku Alek Minassian Minassian menghadapi 10 dakwaan pembunuhan dan 16 dakwaan percobaan pembunuhan.

Minassia telah mengakui serangan itu. Pengacaranya Boris Bytensky berpendapat Alek tidak bertanggung jawab secara pidana karena gangguan spektrum autisme (ASD) yang dideritanya.

Di persidangan, pengacara mengatakan ASD telah membuat kliennya tidak mampu mengembangkan empati. Dia juga menegaskan kliennya tidak memiliki pemahaman tentang kerusakan yang ditimbulkan oleh tindakannya.

Namun Hakim Anne Malloy telah menolak klaim ini, mengatakan serangan itu adalah "tindakan pikiran yang bernalar".

(Baca juga: 8 Orang Ditusuk dalam Serangan di Swedia, Polisi Selidiki Motif Terorisme)

Hakim Malloy mengaku telah menerima diagnosis ASD, tetapi memutuskan jika terdakwa mampu memahami perbuatannya pada April 2018 yang salah secara hukum dan moral.

Hakim Malloy mengatakan pembunuh telah memilih van dengan tujuan tertentu dalam pikiran - memilih kendaraan yang cukup kecil untuk bergerak, tetapi cukup besar untuk menimbulkan "kerusakan maksimum".

Hakim Malloy juga menolak argumen tentang ASD yang diderita pelaku. “Kurangnya empati atas penderitaan korban, bahkan ketidakmampuan berempati dengan alasan apapun, bukan merupakan pembelaan,” katanya.

(Baca juga: Tentara Transgender Pertama di Negara Ini Ditemukan Tewas)

Sepanjang putusan, Hakim Malloy menolak menyebutkan nama penyerang, 28, merujuk padanya sebagai John Doe, dan mengatakan dia tidak akan memberinya ketenaran "yang dia cari sejak awal".

Minassian dilaporkan menyewa van sekitar tiga minggu sebelum dia menggunakannya sebagai senjata di jalan utama Toronto. Dia mengatakan kepada penyelidik dirinya telah bersiap untuk membunuh sebanyak mungkin orang dan mendapat inspirasi dari gerakan misoginis "incel" yang sebagian besar merupakan kelompok pria muda online yang menyalahkan kurangnya aktivitas seksual mereka pada wanita.

Saat ditanya penyelidik bagaimana perasaannya tentang kerugian yang telah dia sebabkan, Minasian menjawab dirinya merasa seperti telah menyelesaikan misi.

Para saksi mata menggambarkan melihat sebuah van putih menaiki trotoar di Jalan Yonge Toronto yang sibuk pada 23 April 2018 dan menabrak pejalan kaki. Mobil ini menabrak korban yang berusia antara 22 hingga 94 tahun.

Minassian ditangkap tak lama setelah menabrakkan van di dekat lokasi penyerangan.

Korbannya termasuk nenek berusia 80 tahun Dorothy Sewell, ibu tunggal berusia 45 tahun Renuka Amarasinghe dan Ji Hun Kim, 22 tahun, seorang siswa dari Korea Selatan (Korsel).

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini