Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perang Tagar, Konflik Partai Demokrat soal KLB Kian Panas

Agregasi Sindonews.com , Jurnalis-Kamis, 04 Maret 2021 |13:22 WIB
Perang Tagar, Konflik Partai Demokrat soal KLB Kian Panas
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Perang perang tagar antara kubu pro dan kontra kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat kian memanas di media sosial. Hal tersebut dianggap menggambarkan dinamika internat partai berlambang bintang mercy.

"Perang tagar dan perang media serta media sosial terkait konflik internal kepemimpinan AHY di Demokrat menggambarkan terjadinya dinamika politik internal yang semakin panas," kata pengamat politik yang juga pegiat media, Ninoy Karundeng di Jakarta, Rabu 3 Maret 2021, menanggapi ramainya pemberitaan tentang Partai Demokrat.

Baca Juga:  Dituduh Kudeta Demokrat, Marzuki Alie Laporkan AHY ke Bareskrim Polri

Dalam pencermatannya, perang tagar ini telah berlangsung dalam sepekan terakhir. Partai Demokrat tampaknya berupaya sekuat tenaga untuk menaikkan tagar tertentu agar masuk dalam trending topic. Seperti #DemokratDiHariRakyat yang berada di posisi teratas topik populer di Twitter, Rabu 3 Maret 2021 pagi. 

Namun, kata Ninoy, jika ditelisik lebih dalam ternyata banyak sekali akun aneh. Misalnya, Demokrat Menteng dengan akun @DPc_Menteng yang dibuat pada 2014 hanya memiliki 10 followers, dengan mengikuti 61, dan tidak diikuti oleh siapa pun pengikutnya. Ada juga Demokrat Bajo, Demokrat Rangkas Bitung dan sebagainya, follower-nya pun antara 10-15 followers, sehingga jelas bukan akun organik. 

"Partai Demokrat berusaha menguasai jagad maya dengan mengusung tagar tertentu, tapi jika diamati banyak keanehan. Bagi yang paham media sosial, membedakan antara akun organik dan bot akan sangat mudah, kelompok pendukung AHY menggunakan berbagai akun non-organik yang sangat mudah dikenali," kata Ninoy.

"Demikian pula akun Info Agus Yudhoyono @info_ahy_, yang dibuat pada 2013 hanya memiliki 81 followers dan mengikuti 28 akun lain. Padahal kita tahu tahun 2013 AHY masif dinas aktif di TNI. Kita tahu semua ada pihak pihak yang menjual akun akun bodong seolah sudah lama dibuat dan tinggal diubah namanya," kata.

Baca Juga:  Konflik Demokrat, Pengamat: Pertarungan Singa Jantan dan Harimau Lapar

Perseteruan dua kubu semakin kuat dengan beredarnya pesan berantai dari nomor Andi Arief yang mendorong Kongres Luar Biasa (KLB). Meski Andi Arief telah mengklarifikasi bahwa nomor itu sudah lama dimatikan dan tidak digunakan, tapi hal itu bisa dimaknai berbeda.

"Dalam teori dan strategi diseminasi informasi, broadcast WhatsApp tersebut bisa dimaknai sesuai persepsi masing-masing," kata Ninoy.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement