Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Gatot Nurmantyo Tolak Tawaran Lengserkan AHY dari Demokrat

Fahreza Rizky , Jurnalis-Minggu, 07 Maret 2021 |08:30 WIB
Cerita Gatot Nurmantyo Tolak Tawaran Lengserkan AHY dari Demokrat
Gatot Nurmantyo
A
A
A

JAKARTA - Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengaku pernah ditawari kursi Ketua Umum Partai Demokrat oleh pihak tertentu. Namun ia menolaknya, karena jalan untuk menduduki kursi tersebut dengan cara melengserkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hal tersebut dikatakan Gatot merespons pertanyaan keterlibatan Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko untuk mendongkel kepemimpinan AHY di Demokrat. Pernyataan ini diucapkan Gatot dalam tayangan YouTube Bang Arief sebagaimana dilihat MNC Portal, Minggu (7/3/2021).

Mulanya Gatot enggan berkomentar soal keterlibatan Moeldoko. Lalu ia bercerita pernah ditawari kursi pimpinan Demokrat dengan cara melengserkan AHY terlebih dulu. Pada saat itu juga Gatot langsung menolak tawaran tersebut.

"Ada juga yang datang ke saya. (Mereka) datang, oh menarik juga, gimana prosesnya? 'Begini pak nanti kita bikin KLB, nanti yang dilakukan adalah kita menjatuhkan, mengganti AHY dulu (lewat) mosi tidak percaya akhirnya AHY turun. Setelah AHY turun baru pemilihan, bapak pasti deh nanti begini begini'..," kata Gatot menirukan ucapan orang yang menawarinya kursi pimpinan Demokrat.

Baca Juga : AHY Dilengserkan, Jimly Minta Jokowi Pecat Moeldoko

Baca Juga : Di Tengah Polemik KLB Demokrat, Anas Urbaninggrum Lempar Tebak-tebakan

Gatot langsung menolak tawaran tersebut. Pasalnya, ketika masih berkarier di TNI, ia teringat jasa Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang telah membesarkan dirinya. Gatot tercatat diangkat menjadi Pangkostrad dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di era SBY.

"Begini lho, saya ini bisa naik bintang satu, dua, tarolah itu biasa lah, tapi kalau naik bintang tiga pasti Presiden tahu, jabatan Pangkostrad pasti presiden tahu, apalagi Presidennya tentara pada saat itu Pak SBY, tidak sembarangan. Bahkan (ketika) saya Pangkostrad dipanggil oleh SBY ke Istana, 'kamu akan saya jadikan KSAD,' saya terima kasih atas penghargaan ini dan akan dipertanggung jawabkan," tutur Gatot.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement