Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah WNI Pulang ke Kampung Halaman saat Pandemi hingga Dikarantina Satu Keluarga

Arif Budianto , Jurnalis-Minggu, 07 Maret 2021 |18:56 WIB
Kisah WNI Pulang ke Kampung Halaman saat Pandemi hingga Dikarantina Satu Keluarga
Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

"Oleh karena itu, kami harus mengeluarkan biaya ekstra. Total biaya untuk PCR kami berempat sebesar Rp10 juta rupiah. Ini sudah yang paling murah di Taiwan. Untuk PCR bayi, pemerintah Indonesia memberikan keringanan tidak wajib di swab melalui hidung, namun bisa melalui mulut. Dengan PCR melalui mulut, ini cukup jadi solusi agar bayi tidak menangis dan traumatik," tulis Andi.

Sesampainya di pesawat, dia diminta mengisi dua buah formulir. Satu formulir adalah formulir bea cukai dan yang satu lagi adalah formulir untuk pengisian data validasi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Data yang diminta adalah data dasar seperti nama, tempat tanggal lahir, dan nomor paspor. Kedua formulir ini penting dan akan ditanyakan saat turun nanti. 

Setibanya di bandara, penumpang akan dikumpulkan oleh petugas untuk menyiapkan pengisian formulir. Formulir ini sama dengan formulir yang dibagikan di pesawat tadi. Bagi yang sudah mengisi di pesawat, maka bisa langsung tunjukkan ke petugasnya sehingga bisa langsung mengambil antrian untuk validasi. 

Setelah formulir terisi, penumpang akan diminta maju ke alat untuk membaca eHAC. Di sini dia diminta menunjukkan QR Code dari eHAC yang sudah dibuat tadi. Ini sebagai proses input data kedatangan WNI repatriasi di masa pandemi. Dari counter eHAC, akan diarahkan untuk antri menuju counter kantor kesehatan bandara untuk validasi formulir yang sudah diisi sebelumnya, sekaligus menyerahkan hasil PCR dari negara asal. 

Di bagian ini akan ditanya statusnya di luar negeri, apakah liburan, pekerja migran, atau pelajar. Di counter ini juga kita akan ditentukan apakah akan melakukan karantina di hotel secara mandiri atau di Wisma Atlet Pademangan.

Pasalnya, berdasarkan aturan terbaru per 9 Februari 2021, yang boleh karantina di wisma Atlet Pademangan adalah mereka yang berstatus sebagai pekerja migran dan pelajar/mahasiswa. Bagi yang berwisata/liburan, maka mereka melakukan karantinanya di hotel yang sudah ditentukan oleh pemerintah dan membayarnya sendiri. Untuk yang di wisma atlet gratis. 

Selepas validasi PCR dan formulir, serta sudah tahu apakah akan karantina di hotel atau wisma atlet, selanjutnya penumpang diarahkan menuju counter yang dijaga bapak-bapak tentara untuk pengecekan final berkas-berkas yang sudah divalidasi. Setelahnya baru kemudian bisa mengambil koper dan barang-barang bawaan lainnya.

Bagi yang memilih karantina di Wisma Atlet, maka kita akan diarahkan menuju bus DAMRI yang sudah berjejer menunggu. Para petugas akan mengarahkan. Sebagai informasi, dalam satu bus tidak boleh diisi penuh bangkunya sesuai protokol kesehatan. Perjalanan dari bandara Soekarno Hatta ke Wisma Atlet Pademangan memerlukan waktu sekitar 1 jam jika tidak terjebak macet.

(Qur'anul Hidayat)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement