Share

Kudeta Militer Myanmar, Pengurus Partai NLD Tewas di Dalam Tahanan

Agregasi BBC Indonesia, · Senin 08 Maret 2021 05:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 18 2373960 kudeta-militer-myanmar-pengurus-partai-nld-tewas-di-dalam-tahanan-5bxzRxwlbT.jpg Seorang pengurus NLD tewas di dalam tahanan (Foto: Reuters)

YANGON – Seorang pengurus partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi dilaporkan tewas dalam tahanan di Myanmar setelah ditangkap aparat keamanan di Yangon.

Pihak keluarga mengambil jenazah U Khin Maung Latt dari rumah sakit pada Minggu (07/03). Mereka diberitahu bahwa ia meninggal dunia setelah "tak sadarkan diri".

Ia secara aktif berkampanye untuk calon-calon anggota parlemen dari NLD dalam pemilu November tahun 2020 dan juga dikenal sebagai sosok yang berkecimpung dalam kegiatan sosial, lapor media setempat.

Ia "dipukuli dan ditendang sebelum diciduk dari rumahnya" pada Sabtu malam (06/03), sebagaimana diungkapkan sejumlah saksi mata kepada media setempat.

Foto-foto menunjukkan kain dengan noda darah yang dibalutkan pada kepala pria berusia 58 tahun itu.

Pihak berwenang tidak memberikan keterangan kepada media tentang kematian ini.

(Baca juga: Nomor WhatsApp Diblokir, Pria Ini Tikam Kekasihnya Berkali-kali hingga Tewas)

Diketahui, protes dan pemogokan massal masih terjadi di Myanmar, menyusul kudeta militer bulan lalu.

Pasukan keamanan telah mengambil tindakan keras terhadap demonstran dan setidaknya 55 kematian telah dilaporkan.

 semnetara itu, Myanmar telah meminta India untuk mengembalikan beberapa anggota polisi yang melintasi perbatasan demi mencari perlindungan setelah menolak untuk melaksanakan perintah militer.

Pejabat India mengatakan sejumlah petugas polisi dan keluarga mereka telah melintasi perbatasan dalam beberapa hari terakhir.

Dalam sebuah surat, pihak berwenang Myanmar meminta India untuk mengembalikan para polisi dan keluarganya "untuk menjaga hubungan persahabatan".

Deputi Komisaris Maria CT Zuali, seorang pejabat senior di distrik Champhai di negara bagian Mizoram, India, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dia telah menerima surat dari distrik Falam di Myanmar yang meminta kepulangan para petugas polisi.

Surat itu mengatakan bahwa Myanmar memiliki informasi tentang delapan petugas polisi yang menyeberang ke India.

(Baca juga: Bioskop di Arab Saudi Beroperasi Lagi Setelah Pembatasan Covid-19 Dilonggarkan)

"Untuk menjaga hubungan persahabatan antara kedua negara tetangga, Anda dengan hormat diminta untuk menahan delapan personel polisi Myanmar yang telah tiba di wilayah India itu dan menyerahkannya ke Myanmar," bunyi surat itu.

Zuali mengatakan dia sedang menunggu instruksi dari kementerian dalam negeri India di Delhi.

Menurut Reuters, sekitar 30 orang, yang termasuk para anggota kepolisian dan anggota keluarga mereka, telah melintasi perbatasan ke India untuk mencari perlindungan dalam beberapa hari terakhir.

Pada Sabtu (6/3), sejumlah warga Myanmar lainnya menunggu di perbatasan, berharap bisa melarikan diri dari kekacauan tersebut, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP yang mengutip pejabat India.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(sst)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini