Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tangkap Wanita Berkulit Hitam dengan Semprotan Merica, Polisi Tuai Kecaman

Susi Susanti , Jurnalis-Senin, 08 Maret 2021 |11:26 WIB
Tangkap Wanita Berkulit Hitam dengan Semprotan Merica, Polisi Tuai Kecaman
Wanita kulit hitam ditangkap dengan semprotan merica (Foto: CNN)
A
A
A

Dalam pertemuan lain pada 29 Januari lalu, rekaman kamera bodycam menunjukkan petugas Rochester memborgol dan menyemprotkan merica kepasa seorang anak berusia 9 tahun. Saat itu, polisi berkilah ada laporan masuk terkait “masalah keluarga."

Insiden lain terjadi pada Mei 2020 ketika seorang gadis berusia 10 tahun diborgol saat berada di halte lalu lintas.

Sementara itu, Dewan Akuntabilitas Polisi, yang mengadakan konferensi pers pada Jumat (5/3) untuk membahas insiden tersebur meminta departemen tersebut perlu "secara fundamental mengubah budaya organisasinya."

Dewan tersebut mengatakan ada "kesejajaran yang mengganggu" antara insiden 22 Februari dan penyemprotan merica pada anak berusia 9 tahun pada Januari lalu .

"Kedua insiden tersebut melibatkan wanita kulit hitam. Keduanya melibatkan anak-anak kulit hitam. Keduanya jelas melibatkan orang kulit hitam dalam krisis. Keduanya melibatkan petugas yang menggunakan semprotan merica di atau di sekitar anak kulit hitam," bunyi pernyataan dewan itu.

Para ahli kejahatan mengatakan gadis kulit hitam sering diperlakukan seperti orang dewasa selama terkait kasus dengan polisi. Rochester hanyalah salah satu contoh.

Serikat Polisi Rochester tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Wakil Kepala Eksekutif Kepolisian Rochester Andre Anderson mengatakan selama konferensi pers pada Jumat (5/3) jika departemen sedang mengerjakan "perubahan kebijakan," yang mencakup kursus pelatihan tentang de-eskalasi dan hubungan ras.

"Kami perlu memahami bagaimana menanggapi kaum muda dan dari mana mereka berasal," katanya.

"Ketika insiden seperti ini terjadi, saya lega bahwa saya memastikan kamera yang dikenakan di tubuh dikenakan oleh polisi kami, sehingga kami dapat melihat apa yang terjadi di jalan-jalan kami dan meminta pertanggungjawaban petugas," kata Walikota Rochester, Lovely Warren dalam sebuah pernyataan.

"Perubahan tidak akan datang sampai kami memiliki kemampuan untuk meminta pertanggungjawaban petugas kami sepenuhnya ketika mereka melanggar kepercayaan publik," ujarnya.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement