YouTube mengatakan telah menghentikan sekitar 20 saluran dan menghapus lebih dari 160 video dalam beberapa bulan terakhir karena terbukti melanggar kebijakannya terkait ujaran kebencian dan pelecehan, spam dan praktik penipuan, kebijakan konten kekerasan atau grafis, dan pelanggaran persyaratan layanannya.
BACA JUGA: Misi Diplomatik Myanmar Memberontak Terhadap Junta Militer
Desember lalu, mereka memblokir 34 saluran sebagai bagian dari penyelidikan terhadap konten-konten yang diduga sengaja diunggah sebagai bagian dari upaya merekayasa informasi secara terkoordinasi. Konten-konten itu mengenai pemilu di Myanmar, konflik-konflik regional, dan berita-berita terkait AS, China, dan Malaysia, kata perusahaan itu.
Keputusan YouTube ini diambil menyusul pengumuman Facebook sebelumnya yang menyatakan bahwa mereka telah menghapus semua laman terkait militer Myanmar dari situsnya dan dari Instagram, yang juga dimiliki Facebook.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.