Hendi Persiapkan Kemungkinan Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang

Agustina Wulandari , Okezone · Selasa 09 Maret 2021 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 1 2375151 hendi-persiapkan-kemungkinan-pembelajaran-tatap-muka-juli-mendatang-JeRi9QnJJh.jpeg Wali Kota Hendrar Prihadi menginstruksikan jajarannya melakukan persiapan terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang rencananya akan dimulai Juli mendatang. (Foto: Dok.Pemkot Semarang)

SEMARANG - Berpedoman pada kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Pemerintah Kota Semarang pun mempersiapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang mungkin akan dimulai pada Juli 2021 ini. Hal tersebut disampaikan Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi di kantornya, Senin (8/3).

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu mengungkapkan, persiapan yang dilakukan mencakup vaksinasi para tenaga pendidik baik sekolah negeri dan swasta yang saat ini telah rampung di tahap kedua, komitmen sekolah atas penerapan SOP kesehatan seperti memperbanyak wastafel, serta tata kelola kapasitas siswa.

โ€œMeski tenaga pengajar nantinya sudah divaksin, tetapi protokol kesehatan harus tetap dipatuhi, yang kemudian harus diatur adalah terkait pembatasan kapasitas ruang kelas. Kalau butuh ruang banyak bagaimana? ya nanti kita lihat apakah bisa pagi siang, atau satu hari masuk satu hari off, dan sebagainya,โ€ ujarnya.

"Untuk itu saya minta pihak sekolah supaya dapat segera mempersiapkan rencana pembelajaran tatap muka dengan menyesuaikan kondisi sekolah dan para siswa, baik dalam hal vaksinasi, sarana pra sarana, penerapan protokol dan juga sistem pembelajaran tatap muka nanti seperti apa," katanya.

Di sisi lain, Hendi menekankan pentingnya masing-masing sekolah mempersiapkan pembelajaran tatap muka ini dengan baik dan segera. Apalagi berjalan tidaknya kegiatan pembelajaran tatap muka dengan aman, nyaman, dan sehat sangat ditentukan oleh para guru dan pendidik, selain dirinya juga berharap para orang tua murid juga dapat mengedukasi putra-putrinya.

Pasalnya, Wali Kota Semarang tersebut mengatakan, menurut Dinas Kesehatan Kota Semarang, siswa-siswi yang di bawah usia 18 tahun masih belum bisa mendapatkan vaksin. "Belum boleh siswanya (divaksin), kekuatannya di para pendidik. Karena memang belum boleh, minimal 18 tahun. (Siswa) SD-SMP kan belum (boleh divaksin)," katanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri bahwa skema pembatasan kapasitas ini nantinya tergantung dari sekolah dan jumlah siswa per kelas.

โ€œBaik skema ganjil genap, atau pagi siang atau selang hari nanti tetap disesuaikan dengan kondisi sekolah dan kelas masing-masing. Pokoknya, implementasi pembelajaran tatap muka ini akan dilakukan secara bertahap dengan terus melakukan evaluasi,โ€ ujarnya.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini