PWNU Jawa Timur Putuskan Vaksinasi Covid-19 Wajib Diikuti

Lukman Hakim, Koran SI · Rabu 10 Maret 2021 17:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 519 2375733 pwnu-jawa-timur-putuskan-vaksinasi-covid-19-wajib-diikuti-m8lWO4rbBP.JPG Foto: Lukman Hakim

SURABAYA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur (Jatim) pada Rabu (10/3/2021) menggelar bahtsul masail atau pembahasan terkait hukum vaksinasi Covid-19 di kantor PWNU Jatim di Jalan Masjid Al Akbar Timur, Surabaya. Hasilnya, vaksinasi virus corona wajib ditaati dan diikuti.

Wakil Katib Syuriah PWNU Jatim, KH Romadlon Khotib mengatakan, menghindarkan diri dan orang lain dari potensi bahaya atau penyakit adalah kewajiban bersama sebagai warga negara Indonesia.

"Perbuatan yang hukumnya wajib apabila diperintahkan oleh pemerintah maka mengokohkan hukum wajib tersebut. Sehingga tidak mentaati pemerintah dalam kebijakannya yang jelas-jelas dilarang atau haram," katanya, Rabu (10/3/2021).

Vaksinasi, imbuhnya, merupakan upaya menghentikan penyebaran Covid-19 yang paling efektif. Karena itu harus lebih diutamakan dan diprioritaskan. Tak hanya itu, jenis vaksin yang direkomendasikan Menteri Kesehatan (Menkes) adalah suci. Sebab pada produk akhirnya tidak mengandung unsur najis sama sekali. Sebagaimana vaksin Astra Zeneca, Sinovac dan lain-lain.

"Dalam program vaksinasi ini, agar pemerintah mulai pusat sampai yang paling bawah menyelenggarakan dengan sepenuh hati, jujur dan bertanggung jawab," ujarnya.

Sementara itu, Katib Syuriah PWNU Jatim, KH Syafruddin Syarif mengatakan, bahtsul masail digelar lantaran banyak hoaks yang beredar bahwa vaksin itu tidak perlu diikuti. Bahkan banyak juga yang mengatakan tidak halal.

Baca Juga: Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal Pelayan Publik di Jateng

"Nah, di sinilah kami ingin mengkaji secara hukum. Sehingga kemudian terjadi perdebatan beberapa ulama di sini," katanya.

Setelah terjadi perdebatan, lanjutnya, intinya semua jenis vaksin, mulai dari prosedur hingga akhir proses pembuatannya itu suci tidak dihukumi najis. Dia mengakui ada yang bersinggungan dengan salah satu unsur yang kemungkinan dari unsur babi. Tapi itu tidak dicampur. Melainkan digunakan untuk merangsang dari hal-hal yang akan digunakan sebagai vaksin itu sendiri.

"Tetapi vaksinnya sendiri tidak ada campurannya dengan unsur babi," katanya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini