Sejak akses masuk rumahnya ditutup, Anna sangat kesulitan. Keluarga seperti terpenjara di rumah sendiri. Tidak hanya untuk keperluan membeli makan, untuk mengantar anaknya les pun dirinya sangat kesulitan. Pagar beton yang menutup rumahnya benar-benar membuat hidupnya menjadi terpenjara.
Orangtuanya juga telah melaporkan kejadian yang menimpanya dengan pemerintah setempat namun belum ada tindakan tegas.
"Saya kalau mau antar les anak lewat pintu gerbang, pinjem kunci. Kadang dikasih. Tetapi pas sudah keluar, nggak bisa ngapa-ngapain lagi. Nggak bisa masuk, harus manjat. Soalnya nggak dikasih kunci. Anak saya takut, dia lihat mamah diancam golok," tukasnya.
(Fakhrizal Fakhri )