TANGERANG - Keluarga almarhum H Munir, warga Jalan Akasia, No 1, RT04/03, Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten, pasrah dengan ulah ahli waris yang menutup jalan depan rumahnya dengan tembok beton berduri setinggi 2 meter.
Untuk keluar rumah, mereka harus naik turun tangga kayu lalu melompati dua pagar beton yang menghalangi rumah.
Jalan ini sangat berbahaya untuk dilalui, apalagi jika membawa anak kecil. Salah-salah bisa terjatuh. Tetapi apa daya, mereka tidak kuat melawan. Alhasil, tembok belakang rumah yang berisi kuburan dijebol, agar bisa melintas dari sana.
Baca juga: Seorang Wanita Ditusuk Suaminya Sendiri saat Sholat Tahajud
"Ya terkadang lewat sini, tinggal geser dan angkat papannya. Takut awalnya. Tapi lama-lama biasa. Anak-anak juga berani," kata Anna Melinda (30), anak almarhum H Munir, saat ditemui di rumahnya, wilayah Tajur, Jumat (12/3/2021) sore.

Rumah seluas sekira 1.000 meter yang ditempati Anna dan keluarganya saat ini merupakan bekas kolam renang. Sayang, kondisinya kini sangat tidak terawat. Kolam-kolam dibiarkan kering dan rusak.
Melewati kolam itu, terdapat tembok panjang yang di belakangnya kuburan. Pada salah satu sisinya, dekat kolam renang, tembok dijebol sebesar pintu dan dipasang papan sebagai penutup. Dari luar, papan ini bisa dengan mudah dibuka orang iseng.
Baca juga: Cerita Warga Ciledug Hidup Bak Terpenjara di Rumah Sendiri Akibat Jalan Dibeton Tetangga
"Pintu belakang memang sengaja dibuat agar bisa digunakan untuk jalan. Tetapi jarang digunakan. Kalau terpaksa saja. Pintu depan, meski sudah ditutup beton, kadang suka dilewati," sambungnya.
Sebelum banjir besar, akses jalan pintu depan masih dibuka. Anna dan keluarganya pun biasa lewat gerbang jika keluar masuk rumah. Tetapi pas banjir, saat tembok beton di depan rumahnya jebol, dia dan keluarganya kena marah pemilik tanah.