Viral Guru Dimaki-maki Gegara Posting Jalan Rusak Ditanam Pohon Pisang

Arif Budianto, Koran SI · Jum'at 12 Maret 2021 10:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 525 2376488 viral-guru-dimaki-maki-gegara-posting-jalan-rusak-ditanam-pohon-pisang-3abaINP9x0.jpg Viral guru dimaki gegara posting jalan rusak (Foto: Media sosial/Arif Budianto)

SUKABUMI - Sebuah video postingan jalan rusak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat viral di media sosial. Postingan tersebut juga memperlihatkan adegan yang diduga aparat desa setempat marah marah terhadap guru yang memposting kondisi jalan yang penuh dengan pohon pisang itu. 

Informasi yang dihimpun MPI, postingan jalan rusak dipenuhi pohon pisang diunggah oleh seorang guru bernama Eko. Guru tersebut memperlihatkan sebuah jalan penuh lobang hampir di semua bagian. Sementara di kanan dan kiri, tampak rumah permanen. Beberapa rumah juga berlantai dua.

Baca Juga: 13 Titik di Jalan MT Haryono Jaksel Diperbaiki

Tak seperti jalan, area tersebut lebih murah kebun pisang. Karena di sisi kanan dan kiri, penuh pohon pisang yang masih berdiri segar. Jumlah pohon pisang diperkirakan mencapai belasan.

"Nah ini jalan yang sudah ditanami pisang oleh warga. Ini bentuk protes warga karena jalan rusak," kata suara dalam video yang diduga milik Eko.

Pada video selanjutnya, tampak beberapa orang berpakaian putih dan dan celana hitam yang diduga aparat desa setempat. Pada video itu, terlihat mereka tidak terima dengan postingan jalan rusak oleh Eko.

"Apa maksudnya? Tujuannya apa? Kenapa Posting di Facebook? Baca lagi! Ada Desa Cijalingan itu. Jangan nantang kamu, hah!," kata salah seorang pria yang diduga merupakan aparat Desa Cijalingan.

"Apa maksudnya? Mau nantang pemerintahan? Instansi? Silahkan. Saya siap," kata dia.

Baca Juga: Tak Paham COD, Emak-Emak Kesal Ditagih Bayar Malah Suruh Kurir Lapor Jokowi

Beberapa orang pun tampak menenangkan keadaan, yang tampak emosi. Namun, tidak membuahkan hasil. Pria berbaju putih di video masih tampak emosi. Walaupun, Eko tampak telah meminta maaf atas postingan yang diklaimnya bukan bermaksud menjelekkan instansi tertentu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini