Diduga Picu Pembekuan Darah, Prancis, Jerman Tangguhkan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Agregasi VOA, · Selasa 16 Maret 2021 05:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 18 2378377 diduga-picu-pembekuan-darah-prancis-jerman-tangguhkan-vaksin-covid-19-astrazeneca-W1wGc00fqk.jpg Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto: Reuters)

PRANCIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan Prancis menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca setidaknya hingga Selasa siang (16/3) ketika Badan Medis Eropa EMA merilis laporan pandangannya.

“Sejalan dengan kebijakan Eropa, keputusan telah diambil, yaitu menangguhkan – sebagai langkah berjaga-jaga – vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca, sambil berharap agar vaksinasi dapat dilanjutkan kembali jika EMA mengijinkan hal itu. Kita memiliki aturan sederhana yaitu membiarkan sains dan otoritas berwenang memberikan pencerahan atas pilihan kita, dan melakukannya sebagai bagian dari strategi Eropa. Jadi kami menangguhkan hal ini hingga besok sore,” kata Macron.

Pengumuman Macron ini hanya berselang beberapa jam setelah Jerman mengambil langkah serupa di tengah kekhawatiran bahwa vaksin AstraZeneca memicu pembekuan darah pasien-pasien yang divaksinasi.

(Baca juga: Biara Kristen Tertua di Dunia Ditemukan di Mesir)

“Mengingat rekomendasi Paul Ehrlich Institute baru-baru ini, pemerintah federal menangguhkan vaksinasi virus corona dengan vaksin AstraZeneca sebagai langkah berjaga-jaga. Hal yang melatarbelakangi ini adalah kasus-kasus trombosis otak yang dilaporkan baru-baru ini, yang untuk sementara dianggap memiliki hubungan dengan vaksinasi AstraZeneca,” terang Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn.

Sementara itu, pihak AstraZeneca mengatakan tidak ada alasan untuk khawatir dengan vaksin buatannya dan bahwa lebih sedikit laporan kasus trombosis pada mereka yang divaksinasi vaksin itu dibanding keseluruhan jumlah yang menerimanya.

(Baca juga: Perempuan 30 Tahun Diperkosa 5 Pria di Depan Suaminya Sendiri)

Badan Medis Eropa EMA dan Badan Kesehatan Dunia WHO telah mengatakan bahwa data tidak menunjukkan vaksin AstraZeneca menyebabkan pembekuan darah dan orang seharusnya dapat terus divaksinasi.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini