Spanyol Sahkan UU Izinkan Eutanasia

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 19 Maret 2021 07:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 18 2380318 spanyol-sahkan-uu-izinkan-eutanasia-FCdKgyw50n.jpg Spanyol sahkan UU eutanasia (Foto: EPA)

SPANYOL - Spanyol resmi mengesahkan undang-undang (UU) untuk melegalkan eutanasia. Spanyol menjadi negara keempat di Eropa yang mengizinkan orang mengakhiri hidup mereka sendiri dalam beberapa keadaan.

Majelis rendah parlemen Spanyol menyetujui undang-undang tersebut dengan dukungan dari partai-partai tengah dan sayap kiri pada Kamis (18/3).

UU itu mengizinkan orang dewasa dengan penyakit "serius dan tak tersembuhkan" yang menyebabkan "penderitaan tak tertahankan" memilih untuk mengakhiri hidup mereka.

UU baru ini diharapkan mulai berlaku pada Juni mendatang.

Anggota parlemen dari majelis rendah parlemen Spanyol mengesahkan undang-undang tersebut, dengan 202 suara mendukung, 141 menentang dan dua abstain.

Pemerintah koalisi minoritas Spanyol, yang dipimpin oleh Partai Sosialis Sanchez, harus mencari dukungan dari partai lain untuk mengesahkan RUU tersebut.

(Baca juga: Demi Makan Sushi Gratis, Puluhan Orang Ganti Nama Menjadi "Salmon")

"Hari ini adalah hari yang penting: kami menuju pengakuan hak asasi manusia. Kami menuju masyarakat yang lebih manusiawi dan adil," Menteri Kesehatan Carolina Darias mengatakan kepada anggota parlemen.

"Hari ini kami telah menjadi negara yang lebih manusiawi, lebih adil dan lebih bebas," cuit Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sánchez di Twitter hanya beberapa menit setelah pemungutan suara.

"Hukum eutanasia, yang dituntut secara luas oleh masyarakat, akhirnya menjadi kenyataan,” lanjutnya.

UU ini nantinya akan mengizinkan dua cara sukarela yang memungkinkan seseorang mengakhiri hidupnya sendiri. Yakni eutanasia dan bunuh diri dengan bantuan.

Eutanasia adalah tindakan mengakhiri hidup dengan sengaja untuk menghilangkan penderitaan - misalnya suntikan mematikan yang diberikan oleh dokter. Dalam kasus bunuh diri yang dibantu, tindakan tersebut dilakukan oleh orang itu sendiri dengan bantuan.

(Baca juga: Badan Regulator Obat Eropa: Vaksin Covid-19 AstraZeneca Aman dan Efektif)

Seorang dokter bisa menolak permintaan tersebut jika persyaratannya belum terpenuhi. Ini harus disetujui oleh tenaga medis kedua dan oleh badan evaluasi.

Setiap tenaga medis dapat menarik diri atas dasar "hati nurani" untuk mengambil bagian dalam prosedur tersebut.

Pengesahan UU ini dirayakan oleh aktivis hak-untuk-mati, tetapi dikutuk oleh kelompok konservatif dan religius.

Namun di luar parlemen, kelompok yang mendukung dan menentang RUU tersebut berdemonstrasi selama debat dan pemungutan suara.

UU tersebut menghadapi tentangan keras dari kelompok sayap kanan dan agama yang percaya bahwa eutanasia salah.

Partai sayap kanan Vox mengatakan akan menggugat undang-undang tersebut di Mahkamah Konstitusi Spanyol.

Sementara itu, Danel Aser Lorente, seorang dosen film berusia 45 tahun yang ibunya menderita Alzheimer dan tidak diberi hak untuk mengakhiri hidupnya sendiri, merasa senang dengan hasilnya.

"Mulai hari ini, kami orang Spanyol akan bisa tidur lebih nyenyak, merasa sedikit lebih bebas," katanya kepada kantor berita AFP.

Diketahui, sebelum UU itu diberlakukan, membantu seseorang agar meninggal di Spanyol berpotensi hukuman penjara hingga 10 tahun.

Saat ini, Belgia, Luksemburg, Belanda, Kanada dan Kolombia adalah negara yang melegalkan eutanasia.

Adapun parlemen Portugal telah berusaha mengambil langkah yang sama. Namun minggu ini, undang-undang yang berusaha melegalkan eutanasia ditolak karena dianggap tidak konstitusional oleh pengadilan tinggi negara itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini