Demi Makan Sushi Gratis, Puluhan Orang Ganti Nama Menjadi "Salmon"

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 19 Maret 2021 07:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 18 2380309 demi-makan-sushi-gratis-puluhan-orang-ganti-nama-menjadi-salmon-h7qxSFoHOQ.jpg Sushi (Foto: Reuters)

TAIWAN – Puluhan orang di Taiwan telah mengubah nama mereka menjadi "salmon" untuk memanfaatkan kesempatan promosi sushi gratis di sebuah restoran.

Hal ini membuat para pejabat turun tangan. Menurut media lokal, mereka meminta orang berhenti mengunjungi kantor pemerintah demi untuk mengganti nama.

Diketahui, sebuah restoran menawarkan hidangan sushi makan sepuasnya kepada siapa pun dengan nama Gui Yu atau "salmon" di kartu identitas mereka.

Tawaran promosi itu dimulai pada Selasa (16/3) ketika jaringan restoran sushi Akindo Sushiro mengatakan siapa pun yang memiliki huruf karakter China di namanya bisa mendapatkan makanan gratis untuk diri mereka sendiri dan lima temannya.

Ini menyebabkan puluhan orang meminta perubahan nama. Taipei Times melaporkan orang-orang berduyung-duyung membayar sekitar USD3 (Rp43.000) demi mengubah kartu identitas diri yang baru dan sertifikat pendaftaran.

(Baca juga: Badan Regulator Obat Eropa: Vaksin Covid-19 AstraZeneca Aman dan Efektif)

Menurut surat kabar tersebut, seorang siswa di Taichung mengatakan dia telah mengubah namanya menjadi "Kuo Salmon Rice Bowl" tetapi berencana untuk mengubahnya kembali keesokan harinya.

Menurut kantor berita AFP, nama bertema salmon lainnya termasuk "Salmon Prince", "Meteor Salmon King" dan "Salmon Fried Rice".

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Chen Tsung-yen mengatakan bahwa perubahan nama itu membuang-buang waktu dan membuat dokumen yang tidak perlu.

"Saya berharap semua orang bisa lebih rasional tentang itu," tambahnya.

(Baca juga: Penembakan Spa yang Tewaskan 8 Orang, Pelaku Hadapi Dakwaan Berlapis)

Pejabat juga mengeluarkan peringatan bahwa nama hanya dapat diubah secara legal tiga kali.

Sebelumnya, dua orang diketahui makan sushi sepuasnya dengan membayar sekitar USD460 (Rp6,6 juta) sekaligus dan memposting secara online. Harganya yang mahal membuat mereka seolah kapok tidak ingin makan sushi lagi. "Saya rasa kita tidak akan mau makan salmon lagi untuk sementara waktu,” tulisnya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini