Kasus Penggumpalan Darah, Wanita Ini Meninggal Usai Divaksin Covid-19 AstraZeneca

Antara, · Jum'at 19 Maret 2021 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 18 2380502 kasus-penggumpalan-darah-wanita-ini-meninggal-usai-divaksin-covid-19-astrazeneca-DOdqKXuZqv.jpg Vaksin Covid-19 AstraZeneca (Foto: Reuters)

STOCKHOLM - Seorang perempuan Swedia yang awalnya sehat meninggal dunia sekitar sepekan usai divaksin Covid-19 AstraZeneca.

"Ini adalah kasus penggumpalan darah di arteri dan vena dan juga perdarahan hebat, yakni peristiwa tak biasa yang menjadi fokus penyelidikan Badan Pengawas Obat Eropa (EMA)," kata Kepala Keamanan Obat Swedish Medical Products Agency, Veronica Arthurson saat konferensi pers.

Otoritas Swedia pada Kamis (18/3) mengatakan masih akan menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca hingga pekan depan.

(Baca juga: Hadapi gelombang Pandemi Covid-19 Ketiga, Paris Bersiap Lockdown Kembali)

Sementara itu, EMA menyimpulkan vaksin Covid-19 yang diproduksi Oxford-AstraZeneca "aman dan efektif".

 EMA melakukan investigasi setelah 13 negara anggota Uni Eropa menghentikan sementara vaksinasi Covid-19 setelah muncul kekhawatiran vaksin AstraZeneca "bisa menyebabkan penggumpalan darah".

Pada Kamis (18/03), EMA menyatakan "suntikan vaksin tidak menyebabkan peningkatan risiko penggumpalan darah".

 Direktur eksekutif EMA, Emer Cooke, dalam keterangan pers mengatakan, vaksin AstraZeneca aman dan efektif.

(Baca juga: Gereja Katolik Jerman Siap Rilis Laporan Terkait Pelecehan Seks)

"Manfaatnya dalam melindungi warga dari Covid-19 terkait dengan potensi kematian dan perawatan di rumah sakit (jika terkena Covid-19) lebih besar daririsiko yang mungkin ditimbulkan," ujar Cooke.

EMA mengatakan tetap "sangat yakin" atas manfaat vaksin Oxford-AstraZeneca melebihi risiko yang ditimbulkan.

Regulator itu kembali menekankan "tak ada indikasi" vaksin itu menyebabkan penggumpalan darah, setelah sejumlah negara besar Eropa menunda distribusi.

 Cooke, mengatakan badan itu tetap pada keputusan mereka menyepakati vaksin AstraZeneca. Adapun penyelidikan terkait kasus penggumpalan darah atas 37 orang masih berlangsung.

 Terkait hal ini, Italia, Spanyol, dan Jerman mengumumkan mereka akan melanjutkan kembali vaksinasi.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini