Waspada! Akun Medsos Abal-Abal Bupati Blitar Minta Kode Keamanan

Solichan Arif, Koran SI · Senin 22 Maret 2021 06:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 519 2381683 waspada-akun-medsos-abal-abal-bupati-blitar-minta-kode-keamanan-fiEgLy9os3.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BLITAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menyelidiki dugaan aksi pemalsuan atau kloning akun media sosial Facebook milik Bupati Blitar Rini Syarifah. Akun yang memakai nama Rini Syarifah tersebut, juga memasang foto profil Bupati Blitar. Sementara akun asli Bupati Blitar memakai nama Mak Rini.

"Kita sudah memerintahkan tim medsos Kominfo untuk melacaknya," ujar Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Blitar Eko Susanto kepada wartawan Minggu (21/3/2021).

Akun abal abal yang diduga memiliki tujuan tertentu tersebut, muncul mulai Sabtu 20 Maret 2021. Baca Juga:  Pemalsu E-KTP Diringkus Polisi, Biasa Patok Tarif Pembuatan Rp300 Ribu

Selain melakukan interaksi pertemanan, akun Rini Syarifah juga mengirim pesan melalui fasiltas FB messanger kepada sejumlah akun lain. Isinya meminta nomor ponsel dan WA. Nomor HP atau WA yang diminta tersebut kemudian mendapat kiriman pesan melalui SMS.

"Isinya diminta mengirimkan enam angka kode keamanan," terang Eko.

Adanya dugaan penipuan akun Facebook Bupati Blitar tersebut diinformasikan pertama kali oleh tim medsos Bupati Blitar Rini Syarifah dan Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso atau Mak Rini - Makdhe Rahmat Santoso (MRS).

Mereka langsung menginformasikan ke Dinas Kominfo. Menurut Eko, pihaknya juga langsung melakukan sosialisasi di medsos. Kominfo membuat flyer peringatan kepada masyarakat untuk berhati hati. Kemudian, juga menyebarkan info peringatan tersebut melalui radio.

"Kita juga terus memantau akun cloningan tersebut di media sosial," kata Eko.

Baca Juga:  6 Tahun Beraksi, Ini Peran 7 Anggota Sindikat Pemalsu Buku Nikah

Sejauh ini Dinas Kominfo juga belum menerima laporan adanya pihak yang merasa dirugikan oleh akun abal abal tersebut. Informasi terbaru yang diterima, akun telah ditake down.

Kendati demikian, Tim Medsos Dinas Kominfo masih terus memantau pergerakan sekaligus mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. "Kita pantau sampai Senin (22/3). Kalau muncul lagi akan langsung kita laporkan kepada pihak berwajib," pungkas Eko.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini