JAKARTA - Perang Bubat terjadi antara Majapahit masa pemerintahan Hayam Wuruk dan Gajah Mada, melawan Kerajaan Sunda (Galuh) di bawah pemerintahan Prabu Linggabuana. Tragedi di Bubat, menurut Pararaton terjadi pada 1279 Saka atau 1357.
Pada abad ke-16 muncul Carita Parahiyangan. Sejarahwan UI Agus Aris Munandar menuliskan bahwa Carita Parahiyangan tidak menyebutkan secara rinci tragedi di Bubat karena bagi masyarakat Sunda Kuna perang Bubat merupakan peristiwa yang menyedihkan.
Baca juga: Hukuman Mati Era Hindia Belanda, Digantung hingga Ditarik Kereta Kuda
Pada 11 Mei 2018 terjadi peristiwa bersejarah. Di Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat, diresmikan tiga ruas jalan yang diberi nama Jalan Majapahit, Jalan Prabu Hayam Wuruk, dan Jalan Citraresmi.
Peresmian dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat saat itu yakni Ahmad Heryawan (Aher), Gubernur Jawa Timur saat itu yakni Soekarwo, dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Paku Alam X, di sela-sela kegiatan Harmoni Budaya Jawa-Sunda di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (11/5/2018).
Baca juga: Peristiwa 24 Maret: Sultan Hamengkubuwono I Wafat
Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, bahwa peresmian tiga ruas jalan inimerupakan cara untuk "menyelesaikan konflik budaya" dengan menghaluskan yang kasar dan menjernihkan yang kotor.
Sebelumnya pada 11 April 2015, budayawan Sunda yang juga Bupati Purwakarta saat itu, Deddy Mulyadi, menggelar perhelatan budaya tentang Perang Bubat. Hal ini dilakukan sebagai langkah menyatukan persepsi dan tidak menjadi dendam sejarah yang berkepanjangan.
“Jika saya kembali mempergelarkan kisah Perang Bubat itu, tidak bermaksud membuka luka lama, tetapi justru sebagai kritik dan otokritik," katanya di website resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.