Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Bangsawan Pajajaran Bersimbah Darah dan Dyah Pitaloka Bunuh Diri di Bumi Majapahit

Doddy Handoko , Jurnalis-Senin, 29 Maret 2021 |07:29 WIB
 Kisah Bangsawan Pajajaran Bersimbah Darah dan Dyah Pitaloka Bunuh Diri di Bumi Majapahit
Dyah Pitaloka (foto: istimewa)
A
A
A

Dikatakannya, Linggabuana sebagai Raja Galuh kurang tepat dengan menuruti keinginan Hayam Wuruk mengantarkan Citraresmi ke Bubat. Sedangkan kritik untuk Hayam Wuruk adalah tetap memaksakan keinginannya untuk menikahi Citraresmi.

Sementara itu, dalam tradisi tutur didapatkan kalau Perang Bubat sengaja diletuskan untuk menjatuhkan Sang Maha Patih. Bagi para elite politik di kursi pemerintahan Majapahit, Gajah Mada terlalu mendominasi. Kerajaan Sunda dan Gajah Mada sebenarnya adalah dua pihak yang sama-sama menjadi korban.

Beberapa menteri pejabat negara ingin mempunyai pengaruh yang baik di depan raja. Rakyat lebih mengenal Gajah Mada daripada raja.

Sementara itu, Hayam Wuruk juga sudah pernah memperingatkan Gajah Mada. Dia akan membiarkan patihnya itu memenuhi ambisinya menguasai wilayah-wilayah di Nusantara, kecuali wilayah Kerajaan Sunda. Bagi Hayam Wuruk, kerajaan itu merupakan leluhurnya. Maka, lewat perkawinan diharapkan pihaknya bisa mempererat ikatan dengan kerajaan satu keturunan itu.

Sedang PNA Masud Thoyib Adiningrat, budayawan dan Pengageng Kedaton Jayakarta mempunyai teori bahwa perang bubat tidak hanya karena kesalahan Gajah Mada. Ia dikipasi oleh Bhre Wengker yan tidak ingin tahta Majapahit jatuh ke orang luar keraton Majapahit.

"Perang bubat adalah konspirasi dan intrik politik di lingkaran Istana Majapahit," ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement