Jangan Terprovokasi! Bom Bunuh Diri Tidak Mencerminakan Ajaran Agama

Edy Siswanto, Okezone · Senin 29 Maret 2021 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 340 2386017 jangan-terprovokasi-bom-bunuh-diri-tidak-mencerminakan-ajaran-agama-Ok8MhDAEod.jpg Wali Kota Jayapura Benhur Tomy Mano (Foto: Okezone.com)

JAYAPURA - Wali Kota Jayapura Benhur Tomy Mano, meminta masyarakat tidak menuduh satu umat beragama atas tindakan keji bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu 28 Maret, kemarin. Sebab menurutnya, tindakan bom bunuh diri tidak mencerminkan ajaran agama apapun.

Hal ini disampaikan Wali Kota saat memberikan sambutan didepan pegawai Departemen Agama Kota Jayapura dan peserta vaksin Covid-19 jajaran Kementrian Agama di Kotaraja Abepura, Senin (29/3/2021).

"Ini perbuatan keji, dan ini bukan perbuatan salah satu agama, semua agama mengajarkan tentang kebaikan dan kedamaiaan, saling cinta kasih sesama manusia, alam dan lingkungan kita, jangan kita bilang ini umat ini umat itu, tidak boleh, tidak ada agama yang menganjurkan demikian," kata Benhur Tomy Mano.

Dirinya juga meminta semua masyarakat Papua dan Khususnya Kota Jayapura untuk tidak menyebarkan konten-konten yang berhubungan dengan peristiwa bom bunuh diri di Makassar.

"Mari kita jaga kedamaian ini, jangan sebar konten-konten yang profokatif, mari kita jaga toleransi dikota Jayapura ini, marilah kita menjaga kerukunan antar umat beragam di Kota Jayapura. Kota ini adalah ibu kota Provinsi Papua,"ucapnya.

Dirinya juga neminta seluruh lapisan masyarakat untuk tidak terprovokasi. Kota Jayapura harus aman dan damai, Kota Jayapura adalah rumah bagi seluruh umat beragama dan berbagai macam suku di Indonesia.

"Saya meminta kepada semua tokoh agama di Kota Jayapura, baik agama Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha, Islam dan agama-agama yang ada serta seluruh tokoh agama dan warga masyarakat di Kota Jayapura untuk tidak terprovokasi. Mari kita jaga keamanan, dan kedamaian di ibu kota kita Kota Jayapura, karena umat nasrani akan merayakan Paskah, dan umat muslim akan menyambut bulan Puasa," ucapnya lagi.

Baca Juga : Terduga Teroris di Bekasi Bekerja di Bengkel Mobil, Sering Aktif hingga Tengah Malam

Dirinya mengingatkan, bahwa Kementrian Agama Republik Indonesia telah menganugrahkan Kota Jayapura sebagai kota toleransi, oleh karena itu, jangan mudah terprovokasi atas kejadian yang bisa menghancurkan kebersamaan dalam toleransi umat beragama di Kota Jayapura.

"Kita telah menjaga kota ini sebagai kota toleransi dan kota agamis, dan kita mendapat award dari kementrian atas itu, oleh karena itu marilah kira jaga kerukinan dan kedamaian di kota kita. Kita kecam keras, namun juga kita hendaknya beegandengan tangan agar kita tidak terpecah belah," pungkas Walikota.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini