Sarip menerangkan, suara ledakan dari tangki kilang minyak itu membuat dirinya terpental dari tempat tidur. Ia mengaku trauma, dan takut api kembali membesar.
"Baru pertama kali terjadi mas. Waktu itu kita lagi tidur sampai jatuh dari kasur karena terkejut. Saya mengungsi dulu. Keluarga juga sama," jelas Sarip.
Sarip berharap agar pihak terkait dapat memadamkan api dari tangki kilang minyak secepatnya. Sebab, akibat peristiwa ini aktivitas warga di Blok Kesambi menjadi terganggu.
"Kita enggak boleh ke sini dulu. Api masih menyala. Harapannya supaya cepat membesar," ungkap Sarip.
Api Tidak Merambat Ke Pemukiman Warga
Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu, saat ini masih berupaya memadamkan api. Proses pemadaman ini dibantu juga oleh petugas dari Pertamina.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Joni Takarasel menjelaskan, api yang membakar tangki kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan kemungkinan kecil tidak bakal merambat ke rumah warga. Sebab, meski berkobar besar api masih terisolasi.
"Kemungkinan kecil tidak akan merambat hingga ke pemukiman. Semua saluran sudah ditutup," katanya.
Ia mengimbau agar masyarakat tidak panik. Pasalnya, total ada 12 armada mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan.
"Masyarakat diimbau agar tidak panik," pungkasnya.