Kapal Kontainer Raksasa yang Blokir Terusan Suez Berhasil Bergerak Kembali

Agregasi VOA, · Selasa 30 Maret 2021 05:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 18 2386225 kapal-kontainer-raksasa-yang-blokir-terusan-suez-berhasil-bergerak-kembali-aEJfDfrsij.jpg Kapal yang memblokir Terusan Suez sudah bergerak (Foto: Reuters)

MESIR - Pejabat Otoritas Terusan Suez (SCA) pada Senin (29/3) mengatakan kapal kontainer besar yang telah memblokir kanal itu telah berhasil diatasi dan kembali bergerak.

Video dari tempat kejadian menunjukkan kapal Ever Given berukuran 400 meter, bergerak menyusuri kanal, dengan kapal tunda di sisi dan buritannya. Sejumlah kapal terdengar membunyikan klakson yang menandai akhir dari krisis.

Kapal itu macet secara diagonal melintang di bagian selatan kanal itu akibat angin kencang pada tanggal 23 Maret lalu, menghentikan lalu lintas pengiriman di jalur pengiriman terpendek antara Eropa dan Asia.

Sebelumnya, ketika belum jelas kapan kanal itu akan dibuka kembali secara resmi, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dari akun Twitter resminya tanpa membuang waktu menyatakan krisis telah berakhir.

(Baca juga: Festival Holi di Gelar di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19)

"Dengan memulihkan masalah ke jalur normal, dengan bantuan Mesir, seluruh dunia akan dipulihkan jalur barang dan kebutuhannya melalui arteri navigasi aksial ini," tweetnya.

Kanal dibuka kembali setelah hampir seminggu, lalu lintas diblokir di jalur pengiriman utama yang menghubungkan Laut Merah ke Laut Tengah.

Lebih dari 360 kapal menunggu untuk memasuki kanal pada Minggu (28/3) malam.

Mesir ingin melanjutkan lalu lintas di sepanjang Terusan Suez itu, yang menghasilkan pendapatan antara USD5 miliar (Rp72 triliun) dan USD6 miliar (Rp87 triliun) setiap tahun. Menurut studi oleh perusahaan asuransi Jerman Allianz, setiap hari penyumbatan di kanal itu bisa merugikan perdagangan global antara USD6 miliar (Rp87 triliun) dan USD10 miliar (Rp144 triliun).

(Baca juga: Skandal Pemerkosaan, PM Australia Copot Jaksa Agung dan Menteri Pertahanan)

Beberapa perusahaan maritim menanggapi penundaan tersebut dengan memutuskan untuk mengalihkan kapal di sekitar Cape of Good Hope, di ujung selatan benua Afrika.

Menurut dua sumber kelautan dan perkapalan setelah pengerukan dan penggalian selama akhir pekan, upaya petugas penyelamat dari SCA dan tim dari perusahaan Belanda Smit Salvage berhasil membebaskan kapal itu menggunakan kapal tunda pada dini hari Senin.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini