Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Kuburan 1000 Prajurit Belanda di Ereveld Semarang

Doddy Handoko , Jurnalis-Selasa, 30 Maret 2021 |06:13 WIB
   Kisah Kuburan 1000 Prajurit Belanda di Ereveld Semarang
Kuburan Belanda Ereveld Semarang.(Foto:Ist)
A
A
A

JAKARTA - Semarang memiliki banyak bangunan kuno, peninggalan zaman Belanda. Bangunan itu terletak di jantung Kota Semarang. Ada yang menyebutnya sebagai Kawasan Kota Lama.

Dulunya disebut kampung Eropa karena di sinilah bermukim orang Belanda maupun orang Eropa lainnya.

Wilayah Kota Lama Semarang atau yang seringdisebut Outstadt atau Little Netherland mencakup setiap daerah di mana gedung-gedung yang dibangun sejak zaman Belanda. Karakter bangunan di kota lama mengikuti bangunan-bangunan di benua Eropa sekitar tahun 1700-an.

Baca Juga: Kisah Bangsawan Pajajaran Bersimbah Darah dan Dyah Pitaloka Bunuh Diri di Bumi Majapahit

"Selain bangunan tua tersebut, di semarang juga terdapat kuburan Belanda yaitu di kawasan candi , dikenal dengan nama Evereld Candi dan di Kalibanteng atau Evereld Kalibanteng,"kata Sri Buntoro, penggiat sejarah Semarang.

Ereveld Candi merupakan taman makam pahlawan khusus prajurit Belanda yang tewas dalam Perang Dunia kedua dan Perang Kemerdekaan Indonesia di Jawa Tengah.

Baca Juga: Hukuman Mati Era Hindia Belanda, Digantung hingga Ditarik Kereta Kuda

Evereld Candi dibangun oleh perwira Brigade T pada 12 maret 1946. Ereveld ini berada di atas bukit di Semarang Candi yang berada di Jalan Taman Jendral Soedirman No 4 Gajahmungkur Semarang.

Evereld Candi ini merupakan salah satu dari dua buah ereveld yang ada di Semarang, selain Ereveld Kalibanteng.

Terdapat 1000 lebih makam di Ereveld Candi ini. Awalnya, tujuan pembangunan ereveld Candi untuk semua prajurit yang tewas dalam perang kemerdekaan Indonesia di Jawa Tengah. Akhirnya, di sini dimakamkan juga prajurit yang telah tewas selama perand dunia II.

Dijelaskannya terdapat juga kerkhof Kobong, Semarang, tapi sudah tak berbekas, dibuat pada tahun 1910.

 Kita sering salah sebut antara Kerkhof atau yang biasa kita kenal sebagai "kerkop" dengan ereveld. Kerkhof semacam TPU, namun khusus bagi golongan Eropa. Sedangkan ereveld adalah sebuah makam khusus, yang dibuat untuk para korban Perang Dunia II pun pada masa Revolusi Kemerdekaan Indonesia 1945-1949," paparnya.

Status ereveld juga beda, dikelola oleh sebuah yayasan bernama Oorlogs Graven Stichting (OGS) dan termasuk wilayah ekstrateritorial dari Pemerintah Kerajaan Belanda. Kedudukannya sama seperti Kedutaan Besar, Konsulat atau Atase. Jadi aksesnya terbatas, kecuali terhadap WN Belanda.

"Jadi yang di Gajahmungkur dan Kalibanteng itu bukan Kerkhof/Kerkop tapi ereveld . Kerkhof di Semarang dahulu berlokasi di dekat belakang Pasar Kobong (lahan seberang Jamu Nyonya Meneer). Sayang kini telah lenyap, direlokasi ke TPU Kedungmundu pada dekade 70-an lalu,"bebernya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement