Sadis, Anak Aniaya Orangtua dan Adiknya yang Berusia 8 Tahun hingga Kritis

Tritus Julan, Koran SI · Rabu 31 Maret 2021 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 519 2387244 sadis-anak-aniaya-orangtua-dan-adiknya-yang-berusia-8-tahun-hingga-kritis-Te7lhH8A8B.jpg Polisi sambangi lokasi penganiayaan anak pada orangtua di Mojokerto (Foto : Sindo/Tritus)

MOJOKERTO - Seorang pemuda di Dusun Ngumpak, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto tega menganiaya kedua orang tuanya hingga kritis. Tak hanya itu, pelaku juga menghajar adik kandungnya hingga terluka parah.

Pelaku adalah Danang Marko Pambudi. Ia tega menganiaya Sugianto (52) dan Tatik Kuswatin (40) yang tak lain merupakan orang tua kandungnya. Selain itu, adiknya yang masih berusia 8 tahun juga menjadi sasaran penganiayaan.

Menurut keterangan warga sekitar Kushariadi, aksi penganiayaan yang dilakukan Danang ini terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Aksi itu baru diketahui tetangga dan warga sekitar setelah salah satu korban menangis dan teriak mintak tolong.

"Saat saya dengar teriakan minta tolong, saya langsung ke sini. Saya sempat gak berani masuk karena di dalam terlihat banyak darah," kata Kushariadi saat ditemui awak media, Rabu (31/3/2021).

Namun akhirnya, ia dan warga lainnya yang memberanikan diri mendobrak pintu rumah Sugianto. Ketika itu warga mendapati satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri dan satu anaknya yang masih kecil itu dalam kondisi bersimbah darah.

"Saat itu semua ada di kamar jadi satu. Saya tidak tega melihatnya, darah sudah berlumur seperti itu," imbuh pria berusia 49 tahun ini.

Mengetahui Sugianto dan keluarganya sudah bersimbah darah, warga lantas membawanya ke rumah sakit. Menurut Kushariadi, aksi penganiayaan itu diduga dilakukan oleh Danang. Ia merupakan anak kedua Sugianto. Namun, ia sendiri mengaku tidak mengetahui secara persis bagaimana penganiayaan itu terjadi.

"Kejadian persisnya seperti apa dan pakai apa (penganiayaan dilakukan) saya kurang tau, saya hanya menolong saja. Saat kejadian pelaku sudah tidak ada, kurang tau lari kemana," terang Kushariadi.

Sementara itu Kapolres Mojokerto AKBP Dony Aleksander membenarkan danya aksi penganiayaan yang menimpa keluarga Sugianto ini. Hanya saja pihaknya saat ini masih mendalami kasus tersebut.

"Masih kita kembangkan petugas juga masih berada di lapangan untuk mencari alat bukti," kata Kapolres.

Baca Juga : Pengantin Bom Makassar Tinggalkan Uang Rp2.350.000 untuk Keluarganya

Menurut Kapolres, dari hasil pemeriksaan sementara, diduga pelaku penganiayaan tersebut merupakan anak korban sendiri. Namun demikian, polisi masih melakukan pengumpula bukti dan keterangan terkait insiden ini.

"Saat ini untuk korban masih menjalani perawatan intensif di RS Sido Waras," tandas Kapolres.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini