Pabrik Salah Campur Bahan, 15 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Rusak

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 01 April 2021 10:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 18 2387628 pabrik-salah-campur-bahan-15-juta-dosis-vaksin-covid-19-rusak-dVlzpelasJ.jpg Foto: Reuters.

BALTIMORE - Pengiriman vaksin Covid-19 sekali pakai Johnson & Johnson (J&J) di Amerika Serikat (AS) menghadapi penundaan setelah kesalahan pencampuran bahan di pabrik merusak sekira 15 juta dosis inokulasi. Insiden ini menyebabkan jeda pengiriman sementara regulator melakukan penyelidikan.

Sebuah pabrik di Baltimore secara keliru menggunakan bahan-bahan yang salah dalam jutaan suntikan Johnson & Johnson beberapa minggu lalu, demikian dilaporkan New York Times pada Rabu (31/3/2021). Surat kabar itu mencatat bahwa pejabat AS sedang menyelidiki tetapi sejauh ini memutuskan insiden tersebut sebagai akibat dari kesalahan manusia.

BACA JUGA: Menkeu: Biayai Vaksinasi Covid-19 Setara Bangun 4 Kali MRT

Dikelola oleh Emergent BioSolutions, sebuah perusahaan biofarmasi yang berbasis di Maryland, pabrik tersebut bermitra dengan J&J dan AstraZeneca dan memproduksi vaksin Covid-19 dari kedua perusahaan tersebut.

Meskipun campur aduk pabrik memicu penghentian pengiriman suntikan J&J, jeda tersebut tidak akan memengaruhi dosis yang saat ini didistribusikan di seluruh AS, karena batch sebelumnya diproduksi di pabrik yang berbeda di Belanda. Puluhan juta dosis diharapkan datang dari fasilitas Baltimore selama bulan depan, tetapi pengiriman di masa depan sekarang sedang diawasi karena regulator federal menangani masalah kontrol kualitas.

J&J mengatakan akan meningkatkan pengawasan dan kontrolnya atas Emergent BioSolutions untuk menghindari kesalahan serupa di masa depan, menurut Times.

BACA JUGA: Vaksinasi Tembus 10 Juta Dosis, Indonesia Masuk 4 Besar Dunia

Namun, meskipun jutaan dosis terbuang percuma, pejabat kesehatan masih berharap AS memiliki pasokan vaksin yang cukup untuk memenuhi janji Presiden Joe Biden untuk menghasilkan cukup suntikan untuk menyuntik setiap orang dewasa pada akhir Mei.

Pengiriman akan dilanjutkan untuk dua suntikan lain yang disetujui federal yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna. Perusahaan terakhir saat ini sedang mencari otorisasi untuk memperluas botol vaksinnya untuk mengemas 15 dosis, bukan 10, yang berpotensi mengimbangi pengiriman J&J yang tertunda.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini