SUDAN - Serangkaian serangan berdarah di jalan-jalan di Sudan Selatan, termasuk satu serangan terhadap konvoi gubernur yang baru kembali dari lokasi serangan sebelumnya, menewaskan hampir 30 orang.
Pejabat-pejabat di negara bagian Eastern Equatoria mengatakan sekelompok laki-laki membunuh seorang penjaga keamanan Gubernur Louis Lobong Lojore dan seorang perempuan pada Senin (29/3). Peristiwa itu terjadi sehari setelah sekelompok remaja bersenjata yang diduga berasal dari kota Kapoeta menyerang kawasan yang disebut sebagai “Kamp 15” di mana anggota-anggota etnis komunitas Buya tinggal.
Gubernur Lojore mengatakan motif di balik serangan pada Minggu (28/3) diyakini sebagai pembalasan terhadap serangan di SPLM-in Opposition di Kota Lowuareng.
(Baca juga: Utusan PBB: Potensi Pertumpahan Darah dan Perang Saudara di Myanmar Tidak Terelakkan)
“Ada insiden di Lowuareng di mana sebuah lokasi diubah menjadi pasar kecil dan diserang oleh orang-orang yang diduga sebagai remaja dari komunitas Buya, menewaskan lima orang. Jadi ini pembalasan atas hal itu,” ujar Lojore pada VOA.