Dirinya berharap beberapa calon lain agar juga memiliki visi mengedepankan musyawarah daripada voting. "DKI Jakarta di Konferwil ke XX harus memiliki contoh yang baik, membuat tradisi baru, memilih ketua tanfidziyah dengan cara musyawarah mufakat," katanya.
Gus Jazil menegaskan meskipun mundur dari Konferwil, namun tetap akan mengabdi kepada NU, khususnya di DKI Jakarta. "Karena para pendukung saya terus mendorong saya maju dan bisa berkiprah di DKI maka saya menyerahkan nanti kepada siapapun yang terpilih, khususnya Pak Samsul jika terpilih untuk menyerap, mendengarkan aspirasi dari relawan pendukung saya, utamanya PC Jaktim dan MWC Jakpus," katanya.
Ditanya mengenai kemungkinan dirinya dipilih menjadi Rais Syuriyah, Gus Jazil menjawab diplomatis. Menurut dia masih banyak kiai yang lebih pantas untuk menduduki posisi tersebut. "Saya kalau duduk disitu nggak mau, su'ul adab namanya. Masih banyak kiai yang lebih sepuh," urainya.
Konferwil XX PWNU DKI dibuka oleh Ketua PBNU KH Marsyudi Syuhud. Hadir pula Gubernur DKI Anies Baswedan, Wagub DKI Ariza Patria, tokoh betawi yang juga anggota DPR Lulung Lunggana (Haji Lulung), beserta tokoh lainnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.