Bernhard Schulte sebelumnya mengatakan bahwa dua pengemudi kanal Mesir berada di dalam kapal ketika kapal tersebut terjebak. Pengaturan seperti itu lazim untuk memandu kapal melalui jalur air yang sempit, tetapi kapten kapal tetap memegang otoritas tertinggi, menurut para ahli.
Pada Senin (29/3/2021), armada kapal tunda yang terbantu gelombang pasang, menarik bulbous bow atau bagian depan yang menonjol dari tepi kanal berpasir, tempat ia terjebak. Kapal tunda kemudian membimbing Ever Given melalui air setelah berhari-hari gagal.
Ever Given telah menabrak tepi kanal satu jalur sekitar 6 kilometer di utara pintu masuk selatan, dekat kota Suez. Hal itu memaksa beberapa kapal terpaksa mengambil rute alternatif yang panjang di sekitar Tanjung Harapan di ujung selatan Afrika atau mengambil jalan memutar sejauh 5.000 kilometer yang menghabiskan biaya bahan bakar dan biaya lainnya yang jumlah mencapai ratusan ribu dollar. Sementara kapal yang lain menunggu di tempat sampai kemacetan usai.
Kemacetan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang menimbulkan kekhawatiran penundaan yang berkepanjangan, kekurangan barang dan kenaikan biaya bagi konsumen, menambah tekanan pada industri perkapalan, yang sudah berada di bawah tekanan akibat pandemi virus corona.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.