Curhatan Pengungsi Korban Siklon Seroja Kupang: Kami Butuh Renovasi Rumah

Adi Rianghepat, Okezone · Kamis 08 April 2021 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 340 2391307 curhatan-pengungsi-korban-siklon-seroja-kupang-kami-butuh-renovasi-rumah-7W7SEFSfK6.jpg Pengungsi bencana (foto: illustrasi Sindo)

Dia mengaku sudah tak kuat lagi bisa membangun kembali rumahnya itu dalam waktu singkat. Suami Magdalena hanyalah seorang pekerja serabutan.

"Hanya ada tangan lain yang bisa menolong. Kami punya asa, pemerintah bisa melalukan itu," katanya. Memang, Magdalena tak menujukan tampilan wajah susah. Itu harus dilalukan agar anak-anaknya tetap kuat dan tegar menghadapi musibah bencana ini.

Pemkot Kupang Tak Miliki Dana

Asa Magdalena dan ratusan warga korban bencana yang saat ini mendiami tempat pengungsian bakalan pupus. Pemerintah Kota Kupang mengaku nihil anggaran untuk tahapan rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana.

Kepala BPBD Kota Kupang Jemy Deerens Didoek mengaku, pemerintah sampai saat ini hanya mampu memberi bantuan tanggap darurat.

"Dana kami tak ada, kami tak mampu lakukan rekonstruksi dan rehabilitasi rumah warga," katanya.

Meski demikian, dia masih berharap akan ada perubahan kebijakan, agar anggaran untuk rekonstruksi dan rehabilitasi bisa diperoleh. Dia menyebut, sejauh ini data sementara, ada sebanyak 6.320 jiwa dari 1.624 kepala keluarga yang terdampak badai siklon seroja itu. Dari jumlah itu, 803 di antaranya sedang berdiam di tempat-tempat pengungsian.

Setidaknya harapan Kepala BPBD Kota Kupang Jemy Deerens Didoek itu selaras dengan asa mama Magdalena Fransiska Puai dan warga korban badai seroja lainnya. Ada keselarasan untuk kembali hidup normal di kediaman masing-masing untuk terus meniti dan mengais hidup, setelah pemulihan usai badai siklon seroja berlalu.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini